19 April 2016

Amanat 17 Februari 2016

Diposting oleh : Super Administrator
- Dibaca: 711 kali

KEPALA STAF ANGKATAN DARAT
AMANAT
PADA UPACARA BENDERA TUJUH BELASAN
Tanggal : 17 Februari 2016
Pukul : 07.00 WIB
Tempat : Lap. Upacara Mabesad

Seluruh Kotama/Balakpus TNI AD. Para Perwira, Bintara, Tamtama dan Segenap Pegawai Negeri Sipil TNI AD sekalian yang saya cintai dan saya banggakan,
Marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan ridho-Nya, pada hari ini kita dapat mengikuti Upacara Bendera 17-an bulan Februari 2016, dalam keadaan sehat wal ’afiat. Upacara Bendera seperti yang kita selenggarakan pada hari ini, selayaknya tidak hanya sekedar dijadikan sebagai rutinitas seremonial belaka. Melainkan harus benar-benar dimaknai sebagai sebuah implementasi jiwa nasionalisme k ita, melalui penghormatan terhadap simbol negara yang diperjuangkan melalui pengorbanan jiwa dan harta benda para pahlawan kusuma bangsa.

Pada kesempatan yang membanggakan ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada segenap prajurit dan PNS TNI AD yang terus berupaya memberikan darma bhakti terbaiknya pada Bangsa dan Negara. Di tengah tantangan tugas yang tidak semakin ringan, para prajurit sekalian tetap dapat menjaga soliditas, kerjasama dan semangat pantang menyerah dalam melaksanakan tugas-tugasnya, baik di seluruh pelosok wilayah tanah air, di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar, maupun dalam melaksanakan tugas menjaga perdamaian dunia di berbagai penjuru dunia.

Para Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil TNI Angkatan Darat yang saya banggakan,
Pada kesempatan Upacara Bendera ini, saya ingin mengingatkan bahwa pada akhir tahun 2015 yang baru saja kita lalui, ASEAN telah mencanangkan agenda ekonomi yang cukup ambisius yaitu terwujudnya ASEAN Economic Community atau lazimnya disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA bisa diartikan sebagai bentuk integrasi ekonomi ASEAN, dimana semua negara yang berada di kawasan Asia Tenggara menerapkan sistem perdagangan bebas. Oleh karenanya, pada saat ini seluruh negara anggota ASEAN telah dan terus mempersiapkan diri serta Sumber Daya Manusia yang dimilikinya untuk mampu bersaing dan menjadi pemenang dalam tata ekonomi kawasan yang baru tersebut.

Salah satu kesepakatan yang terdapat dalam MEA adalah Mutual Recognition Agreement atau kesepakatan untuk saling mengakui, yaitu delapan profesi yang telah ditetapkan standar dan kompetensinya oleh negara partisipan MEA. Artinya, delapan profesi ini akan memiliki akses mencari karir lintas negara. Profesi tersebut adalah, Insinyur, Ar sitek, T e naga Pariwisata, Akuntan, Dokter Gigi, Tenaga Survei, Praktisi Medisdan Perawat.

Walaupun profesi militer tidak termasuk dalam MRA, namun kita juga perlu menyadari bahwa interaksi antar Angkatan Bersenjata negara-negara anggota ASEAN akan semakin meningkat kualitas dan kuantitasnya melalui berbagai program kerjasama yang terjalin secara bilateral maupun multilateral. Oleh karenanya, saya sangat berharap agar kesadaran ini mampu menjadi pendorong motivasi para prajurit dan PNS TNI AD untuk terus meningkatkan kualitas Su mber Da ya Manusia secara pribadi maupun dalam hubungan satuan, melalui budaya belajar dan berlatih yang terarah , terukur dan berkesinambungan.

Kesadaran lainnya yang tidak boleh pudar adalah bahwa kepentingan bangsa tidak boleh terkorbankan karena MEA. Semua negara ASEAN harus tetap mempertahankan nilai-nilai luhur dari budaya nasional masing-masing di tengah semakin menipisnya batas virtual antar negara. Dalam hal ini, bangsa Indonesia harus tetap berpegang teguh pada Pancasila sebagai dasar negara sekaligus falsafah hidup bangsa.

TNI AD sebagai komponen utama pertahanan negara yang memiliki tugas pokok menjaga kedaulatan NKRI, memiliki kepentingan yang sangat besar untuk menjamin agar nilai-nilai luhur bangsa tidak terkikis oleh tuntutan liberalisasi dan regionalisasi yang diwadahi oleh MEA.Terkait dengan hal tersebut, saya minta agar seluruh prajurit dan PNS TNI AD tetap memegang teguh jati dirinya, serta terus meningkatkan i mplementasi d ari k arakter dasar keprajuritan yaitu loyalitas, moralitas dan integritas agar menjadi bagian dari TNI AD yang semakin Kuat, Hebat, Profesional dan Dicintai Rakyat sebagaimana yang ditetapkan sebagai tema dalam Rapim TNI Tahun 2016 yang lalu.

Peserta Upacara sekalian yang saya banggakan,
Secara internal, kita telah memasuki bulan kedua Tahun Anggaran 2016. Pada tahapan ini kita telah berada pada atmosfer kerja untuk mengimplementasikan berbagai kebijakan yang telah disampaikan pada forum Rapat Pimpinan, baik pada tingkat TNI maupun TNI AD. Saya berharap agar seluruh satuan jajaran TNI AD telah benar-benar siap untuk mengoperasionalkan Program Kerja dan Anggaran Tahun 2016 guna mencapai sasaran yang ditetapkan.
Hal penting yang harus kita pedomani terkait pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran TA. 201 6 adalah, tekad kita bersama untuk lebih meningkatkan implementasi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, agar mampu mencapai kembali penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK RI.

Pada kesempatan Upacara Bendera kali ini, saya juga ingin menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat akan tetap konsisten untuk terus melanjutkan Kebijakan Reformasi Birokrasi yang berbasis peningkatan kinerja. Salah satunya adalah dengan pemutakhiran Doktrin dan Bujuk TNI An gkatan D arat, melalui pembenahan berbagai peranti lunak, sistem dan metode, serta penataan organisasi dan validasi organisasi . Dengan langkah tersebut, diharapkan organisasi akan lebih efektif dan efisien sesuai tuntutan jaman, serta mampu meningkatkan profesionalisme Prajurit dan PNS TNI Angkatan Darat dalam setiap pelaksanaan tugas.
Disamping itu, yang tidak kalah penting adalah peningkatan kesejahteraan prajurit, PNS dan keluarga, antara lain pemenuhan kebutuhan pangkalan dan perumahan, pelayanan kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Kita harus memiliki pemahaman bahwa kualitas dan ketercukupan kebutuhan akan pangkalan dan perumahan prajurit merupakan cerminan kinerja personel yang menempatinya. Oleh karenanya dua hal pokok tersebut harus tercukupi secara terstandarisasi dan representatif.

Demikian pula halnya dengan aspek kesejahteraan lain yang berupa layanan kesehatan dan pendidikan bagi prajurit, PNS dan keluarga. Upaya peningkatan kesejahteraan pada aspek tersebut akan terus dilakukan, guna mendukung pencapaian sasaran peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia agar semakin profesional, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan TNI AD. Saya juga ingin mengingatkan bahwa dinamika sosial yang terjadi di sekitar kita,menunjukkan masih cukup banyak persoalan yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia dalam menuju cita-citanya sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat dan berkepribadian. Swasembada pangan yang menjadi salah satu fondasi ketahanan nasional masih belum sepenuhnya bisa terwujud. Sekalipun telah terjadi peningkatan produksi pangan yang cukup signifikan, kerja keras semua pihak masih dibutuhkan untuk mewujudkan swasembada pangan.
Di sisi yang lain, ancaman terorisme dan radikalisme serta berbagai konflik sosial berlatar belakang SARA juga masih sesekali muncul. Kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba juga cenderung meningkat secara kualitatif dan kuantitatif. Pada saat yang sama, kondisi cuaca yang tidak menentu juga sangat berpotensi memicu munculnya berbagai macam bencana alam dan penyakit.

Menyikapi hal tersebut, dalam konteks pengabdian TNI Angkatan Darat kepada negara dan bangsa, hendaknya para prajurit dan PNS TNI AD sebagai Bhayangkari Negara, dapat mengambil peran nyatadalam membantu mengatasi berbagai permasalahan yang mendera bangsa kita. Bangun terus sinergi dan koordinasi dengan instansi lain maupun masyarakat guna mengatasi berbagai persoalan tersebut, hingga ke tingkat paling bawah. Minimalisir berbagai potensi konflik yang terjadi antara prajurit TNI AD dengan POLRI dan masyarakat, agar capaian kinerja positif yang telah ditunjukkan selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Para Peserta Upacara sekalian yang saya hormati,
Demikian amanat saya , akhirnya saya ucapkan Selamat Bertugas. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya kepada kita dalam mela njutkan pengabdian kepada TNI AD, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai.

Sekian dan terima kasih.
Jakarta, 17 Februari 2016
Kepala Staf Angkatan Darat,
Mulyono
Jenderal TNI


BERITA LAINNYA

 

 

KOMANDAN
KASDIM
GALERI FOTO
PENGUMUMAN

PENGUNJUNG