Serda Subani Menghadiri Tradisi Masyarakat Ruwatan desa di Dusun Banjar poh, Banjar Bendo

kodim0816-sidoarjo.com

 

Sidoarjo, Hingga saat ini masyarakat diberbagai desa di wilayah Sidoarjo, ada yang masih menjalankan tradisi peninggalan nenek moyangnya yang telah berjalan sejak ratusan tahun yang lalu. Tradisi di maksud adalah berupa upacara Ruwatan Bumi, yaitu ritual manifestasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala yang telah diperoleh dari hasil bumi. Ruwatan berasal dari kata Ruwat atau ngrawat (bahasa Jawa) yang artinya memelihara atau mengumpulkan. Makna dari mengumpulkan adalah mengajak masyarakat seluruh kampong berikut hasil buminya untuk dikumpulkan, baik yang masih mentah maupun yang sudah jadi atau dalam taraf pengolahan. Tujuannya selain rasa syukur tadi sekaligus sebagai tindakan tolak bala dan penghormatan terhadap para leluhurnya. Pelaksanaan ruwatan bumi atau ruwatan desa ini biasanya berlangsung di tanah lapang. Meski masing-masing daerah memiliki ciri sendiri-sendiri, namun pada intinya mereka melakukan ritual keagamaan yang kental dengan peristiwa budaya. Pelaksanaan ruwatan bumi ini biasanya akibat terjadinya bencana alam yang menimpa wilayah atau tempat tinggal mereka. Setelah bencana lewat, mereka kemudian melaksanakan ruwatan bumi agar bencana tidak terjadi lagi.

Di dusun Banjar poh desa Banjar bendo yang masuk wilayah kecamatan Sidoarjo kota , ruwatan bumi atau ruwatan desa masih dipelihara dan dijalankan dengan sangat khidmat oleh masyarakat setempat susai yang diwariskan orang-orang tua dahulu.

"Ruwatan bumi di desa ini memang sangat unik dan menarik karena kekuatan tradisi di masa lalu yang terus terpelihara dengan baik. Ditengah modernisasi dan arus globalisasi yang sulit untuk dibendung, ruwatan bumi tentu saja menghadapi ancaman menuju kepunahan. Di beberapa tempat sudah mulai hilang, terutama di desa yang berubah statusnya menjadi kelurahan, ruwatan bumi sudah hilang sama sekali", demikian antara lain sambutan Kades Banjar bendo bapak Budi Yuni.

Di dusun Banjar poh desa Banjar bendo, kegiatan prosesi ruwat bumi atau desa ini sudah dimulai sejak 2 hari yang lalu, dan tadi malam (13/5/2017)adalah acara puncaknya dengan nanggap wayang kulit semalam suntuk di Balai Rw 06 desa Banjar Bendo dengan dalang Ki Suparto dari Mojokerto.

Hadir dalam acara pagelaran wayang ini Bapak camat sidoarjo kota, Drs Agus Maulidi, Kades Banjar bendo Budi Yuni SH, beserta perangkat, Babinsa desa Banjar bendo Serda Subani, Kanit humas polsek kota Sidoarjo AKP Ninik dan warga masyarakat dusun Banjar poh, desa Banjar bendo.
(Balong 01)

Editor : Pak RW

Berita Terpopuler
Berita Terbaru