Babinsa dorong petani melakukan kegiatan pengendalian hama wereng

kodim0816-sidoarjo.com

Tanggulangin - Sekarang ini sudah banyak hama tidak mempan lagi disemprot dengan insektisida biasa. Akhirnya para petanilah yang terkena dampak negatifnya. Selain memerlukan biaya usaha tani yang lebih besar juga produktivitas padi menjadi turun. Melihat kondisi tersebut, Babinsa yang bertugas sebagai pendamping petani mengajak para petani untuk selalu memonitor lahan sawah minimal 1 minggu sekali bahkan kalau bisa 2 kali dalam seminggu. Babinsa Koramil 0816/ 06 Tanggulangin Serda Alpirin bersama Poktan melaksanakan peninjauan dan pemeriksaan hama wereng pada tanaman padi di lahan milik Bapak Sukadi (50) anggota kelompok tani Subur Makmur dengan luas lahan 0,5 ha terletak di Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo, Rabu (05/07/17).


Hama tanaman padi merupakan kendala bagi petani untuk bisa meningkatkan produksi usaha taninya. Bahkan serangan hama tertentu seperti tikus, wereng, keong dan orong-orong bisa mengakibatkan puso atau gagal panen. Pemeriksaan ini bertujuan agar bisa sedini mungkin mengetahui gejala serangan hama dan sedini mungkin mengambil tindakan pencegahan atau pengendalian. Sehingga petani tidak mengalami gagal panen.  Karena kalau petani sembarangan dalam melakukan pengendalian hama terutama dalam penggunaan insektisida justru petani sendiri yang akan dirugikan. Banyak kasus serangan hama secara tiba-tiba yang telah menggagalkan panen seperti contohnya serangan hama wereng pada tahun lalu.


Adanta laporan dari petani bahwa padinya ada gejala terserang hama Wereng, selanjutnya Babinsa berkoordinasi dengan Mantri Tani, PPL, Poktan setempat untuk mencari solusi sebagai upaya pencegahan dini guna memberantas dan membasmi hama Wereng dan hama lainnya pada tanaman padi. Lalu dilakukan pembasmian hama wereng dengan penyemprotan secara bersama-sama dengan petani lainnya. Sehingga hama Wereng tersebut tidak berpindah ke sawah lainya. Selain itu juga sebagai antisipasi terhadap serangan hama jenis lainnya pada areal pertanian yang lebih luas.

Editor : Pak RW

Berita Terpopuler
Berita Terbaru