Danramil 0816/03 Buduran beserta seluruh anggotanya menghadiri undangan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh camat Buduran bapak Sentot Kunmardianto, SH,MM yang diselenggarakan pada hari senin tanggal 3 Juli 2017 pukul 08.00 wib s/d selesai. Dalam acara tersebut turut hadir pula Kapolsek Buduran Kompol Saibani, seluruh kepala desa beserta perangkatnya, dan banyak lagi undangan yang lainnya.
Sebelum acara Halal Bihalal dilaksanakan terlebih dahulu camat Buduran bapak Sentot Kunmardianto, SH,MM memberikan kata sambutan, dalam kata sambutannya beliau mengatakan bahwa secara historis istilah Halal Bihalal dibahas oleh kyai Wahab salah seorang ulama perintis Nahdlatul Ulama (NU). Halal Bihalal memang bukanlah syariat islam tapi merupakan kearifan lokal dalam bidang muamalah. Kegiatan ini merupakan hasil kreatifitas bangsa Indonesia baik sisi penamaan, maupun cara pelaksanaannya. Halal Bihalal bisa dilakukan dimana-mana mulai dari perkampungan, perkotaan, sekolahan, perkuliahan, bahkan sampai di perkantoran.
Ada tiga pelajaran yang bisa kita petik dari kegiatan Halal Bihalal. Pelajaran pertama adalah pembersihan diri dari segala bentuk kesalahan. Ibarat pemudik yang pulang kampung halamannya setelah sekian tahun merantau ke negeri seberang. Dalam perjalanan itu tidak sedikit ia isi dengan berbagai kesalahan seperti lupa sholat, lalai menunaikan janji setia kepada Allah SWT, lupa berdzikir, bersikap angkuh atau berlaku aniaya kepada diri sendiri. Di hari yang fitri itu kita mudik kepada Allah, kembali kepada-Nya dengan membawa proposal berisi rintihan permohonan ampun. Memohon ampun atas dosa yang terjadi, kita sadar bahwa diri ini penuh maksiat, Halal Bihalal menggiring kita untuk kembali ke kampung halaman yang sesungguhnya
Pelajaran yang kedua adalah membersihkan hati dari rasa benci kepada sesama. Pada suatu hari ketika nabi Muhammad SAW tengah duduk-duduk dengan para sahabatnya ada seorang pria asing berjalan dihadapan mereka, orang itu berjalan lalu pergi entah kemana. Setelah pria asing itu berlalu, nabi berkata pada sahabatnya " dialah ahli surga ". Kalimat itu beliau ucapkan sebanyak 3x. Sahabat Abdullah bin Umar penasaran tentang amal perbuatan yang dikerjakan sampai-sampai nabi menyematinya sebagai ahli surga. Abdullah memutuskan untuk menyusul si ahli surga di kediamannya, Abdullah meminta izin menginap selama 3 hari di rumahnya, pria ini memberinya izin, ternyata selama 3 hari itu Abdullah tidak melihat amalan-amalannya yang istimewa, Abdullah semakin penasaran akhirnya ia berkata " wahai saudaraku, sewaktu engkau lewat dihadapan kami, Rasulullah berkata bahwa engkau adalah ahli surga, amalan apa yang engkau kerjakan sehingga rasul sangat memuliakanmu? ". Pria sederhana ini menjawab " sesungguhnya saya tidak pernah melakukan apa-apa, saya tidak mempunyai ilmu dan harta yang bisa disedekahkan, saya hanya punya rasa cinta kepada Allah, rasul, dan sesama manusia, setiap malam menjelang tidur saya selalu barusaha menguatkan rasa cinta itu sekaligus berusaha menghilangkan rasa benci terhadap siapa saja ".
Pelajaran ketiga adalah memupuk kepedulian dan kebersamaan, sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa lepas dari pergaulan dan persamaan yang dibangun lewat sikap tolong menolong, muslim yang kaya membantu saudaranya yang miskin, sepatutnya rasa gembira seseorang juga memberikan bentuk kenikmatan yang lain, yaitu kenikmatan bersyukur dengan berupaya memberi kebahagiaan itu kepada sesamanya. Kini saatnya setiap muslim membumikan berkah-berkah keshalihan ramadhan dengan menebar rasa bahagia ke setiap orang, memupuknya, merawat, dan menjaga agar mendapatkan buah indahnya ikatan persaudaraan.
Setelah pemberian kata sambutan selesai dilaksanakan maka acara selanjutnya adalah Halal Bihalal yaitu dengan mengucapkan salam silaturrahim dengan cara bersalaman antara yang satu dengan yang lain sampai dengan selesai dan dilanjutkan dengan acara ramah tamah yaitu dengan menyantap hidangan yang telah disediakan oleh pihak panitia, acara dinyatakan selesai dan ditutup dengan do'a pada pukul 10.30 wib.
Editor : Pak RW