DANRAMIL 0816/03 BUDURAN MENDAMPINGI DANDIM 0816/SDA MEMANTAU PELAKSANAAN GRRAKAN PENGENDALIAN HAMA

kodim0816-sidoarjo.com

 

Danramil 0816/03 Buduran mendampingi Dandim 0816/Sidoarjo dalam pelalsanaan prmantauan Gerdal ( Gerakan Pengendalian ) hama wereng batang coklat ( WBC ) yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 12 Juli 2017 pukul 06.00 wib s/d selesai, kegiatan tersebut dilaksanakan di desa Prasung Kecamatan Buduran. Dalam kegiatan pengendalian hama WBC tersebut tutut hadir pula Dandim 0816/ Sidoarjo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sidoarjo ibu Handayani beserta para staf dan anggotanya, BPUPT Karang Ploso Malang bapak Hendi beserta rombongan, BPUPT Lawang Malang bapak budi beserta rombongan, Danramil 0816/03 Buduran Kapten Inf Karyo Edi beserta seluruh Babinsa Koramil 0816/03 Buduran, pasiterdim 0816/Sidoarjo beserta stafnya, Camat Buduran bapak Sentot Kunmardianto SH,MM beserta stafnya, Kepala desa Prasung, BPK kecamatan Buduran, Mantri Pertanian Kecamatan Buduran beserta stafnya, PPL Kecamatan Buduran, Gapoktan desa Prasung dan Poktan Sumber Rejeki desa Prasung beserta para petani desa Prasung secara bersinergi dan bergotong royong melaksanakan penyemprotan secara bergantian sampai dengan selesai dengan dibantu oleh para Babinsa Koramil 0816/03 Buduran agar dalam pelaksanaannya lebih cepat terselesaikan dengan maksimal.

 

Dalam prlaksanaan gerakan penhendalian hama Wereng Batang Coklat ( WBC ) tersebut menggunakan metode penyemprotan dengan menggunakan Pestisida jenis ETO, Apolaud dan Centadine, adapun lahan yang terkena dampak wabah WBC yersebut kurang lebih sebamyak 5 Hektar lahan sawah, dengan demikian maka para petani melalsanakan pemanenan padi lebih awal dari jadwal yang sudah ditetapkan. Lahan sawah yang masuk dalam katagori waspada sebanyak kurang lebih 30 Hektar dimana usia padi baru 40 s/d 50 hari tersebut tidak sampai tertular dan terjangkit wabah yang sama maka dilakukan penyemprotan yang dilalsanakan oleh kelompok tani Sumber Rejeki yang beranggotakan kurang lebih 25 orang tersebut melaksanakan penyemprotan dilahan yang masuk dalam katagori waspada.

 

Wereng Batang Coklat ( WBC ) selain berperan sebagai hama yang merusak secara langsung tanaman padi dengan cara menghisap cairan tanaman, juga merupakan vektor penular penyakit virus kersil rumput dan kerdil hampa. Akibat serangan hama WBC sangat dirasakan karena dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar dan sulit untuk dikendalikan. WBC dianggap sebagai hama utama tanaman padi, karena merupqkan hama yang mampu beradaptasi dengan cepat pada berbagai lingkungan, hal ini terbukti mampu membentuk biotipe atau populasi baru yang mampu mengatasi sifat ketahanan tanaman dan resisten terhadap insektisida dalam waktu yang cukup singkat. Sifat ini menyebabkan sering timbul ledakan populasi yang mengakibatkan menurunnya produksi padi Nasional secara drastis.

Ada beberapa penyebab timbulnya serangan Wereng Batang Coklat ( WBC ) yaitu antara lain. :
1. Pada kondisi lingkungan yang cocok (varietas padi rentan dan iklim yang mendukung), WBC berkembang biak sangat cepat dan sangat tinggi.
2. Penanaman varietas yang rentan dan pola tanam yang tidak teratur (tanam tidak serempak), sangat memicu perkembangan dan penyebaraberkembang Penggunaan insektisida yang tidak bijaksana, tidak memenuhi enam ( T ), (tepat jenia, konsentrasi, dosis, volume semprot, cara, wakgu dan sasaran), menyebabkan wereng menjadi kebal dan terbunuhnya musuh alami sehingga wereng cepat berkembang.

4. Tidak dilakukan monitoring atau pemantauan populasi secara rutin sehingga tindakan pengendalian terlambat dilakukan.

 

Dengan diketahuinya penyebab - penyebab timbulnya hama wereng batang coklat terswbut maka perlu diketahui cara pengendaliannya pada masa pra tanam dan persemaian yaitu salah satunya dengan cara pemilihan bibit yang bermutu, bersertifikat dan varietas tahan WBC setempat, sedangkan pada fase tanaman muda sampai tanam menjelang panen salah satunya yaitu dengan cara tanam serempak varietas tahan WBC setempat dengan sistem legowo dan hindari menanam varietas rentan, dengan melakukan pengamatan secara intensive terutama terhadap populasi WBC pada tanaman muda, dan jangan menyemprot insektisida jika tidak perlu, apabila terpaksa harus menyemprot dengan insektisida lakukan dengan cara yang bijaksana yaitu dengan cara memenuhi syarat - syarat 6 T seperti yang tersebut diatas, katena penyemprotan insektisida yang tidak perlu dan tidak bijaksana akan menyebabkan terbunuhnya musuh alami.

Editor : Pak RW

Berita Terpopuler
Berita Terbaru