Tanggulangin - Babinsa Kalidawir Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo Serda Yoyo Koramil 0816/ 06 melaksanakan kegiatan menghadiri acara syukuran penanaman padi atau istilah warga setempat "Syukuran Bari'an" bertempat di area sawah blok kendal, yang dihadiri Bapak Adi Karjawan selaku Mantri tani, Bapak Mustofa selaku PPL, Bapak Supriyadi selaku POPT, Bapak Anas selaku Kades Beserta, Gapoktan dan petani.
Acara syukuran tersebut merupakan tradisi lama kalangan masyarakat petani, khususnya di Desa Kalidawir. Babinsa Serda Yoyo selaku pendamping Poktan "Sumber Makmur" hadir langsung pada acara tersebut dan turut serta mendoakan supaya hasil petani semakin meningkat.
Penyuluh Pertanian Bapak Mustofa menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh yang telah meluangkan waktunya menghadiri acara doa syukuran Bari'an oleh para petani.
Karena tahun ini para petani melakukan doa syukuran agar pertanian yang akan dilaksanakan nantinya membawa hasil yang berlimpah dibanding hasil tahun lalu. Serda Yoyo menyampaikan kepada masyarakat bahwa antara Pemerintah Pusat dengan TNI telah membuat suatu ikatan kerjasama dalam rangka Pencanangan Ketahanan Pangan.
Dimana, perjanjian tersebut diwujudkan dalam bentuk MoU. "Makanya nanti jangan heran jika ada aparat TNI yang datang membantu pendampingan kepada saudara-saudara petani di sawah," jelasnya. Serda Yoyo menjelaskan, khusus untuk benih padi, dihimbau kepada seluruh Poktan yang ada untuk mengembangkan bibit padi yang sesuai dengan kontur tanah seperti ciherang atau jenis Padi Kartika 52, karena dibeberapa daerah berhasil di kembangkan oleh petani bahkan sudah dirasakan hasilnya juga.
"Tapi saya pesankan, agar hasil produksi panen dapat meningkat, pakailah sistem Legowo dengan pola tanam padi SRI. Selain itu, saya berharap para kelompok tani juga segera menyusun Rancangan Dasar Kebutuhan Kelompok (RDKK), supaya kebutuhan pupuk nantinya tidak terkendala. Sebab kita ketahui bersama, keterlambatan proses pemupukan akan sangat berdampak terhadap hasil panen nantinya," harapnya.
Sementara itu Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian, Bapak Suparto mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat kita hidup dari pertanian. Tingkat kesuburan tanah sudah mulai menurun. Untuk itu dibutuhkan upaya mengembalikan kesuburan tanah tersebut, antara lain dengan berbagai paket teknologi dan diimplementasikan pada beberapa program seperti System Rice Intensification (SRI) dan optimalisasi lahan.
"Seperti saya sampaikan diberbagai kesempatan sebelumnya, bahwa saya komit untuk membantu petani untuk meningkatkan hasil produksinya, termasuk para petani di Desa Kalidawir ini.
Editor : Pak RW