Candi -- Bertempat dilapangan sepak bola Desa Sugihwaras Babinsa Koramil 0816/02 Candi, Kopka M Safari menghadiri undangan acara malam puncak peringatan HUT RI Ke 72 tahun 2017, Minggu (27/08).
Kegiatan yang dihadiri Tiga Pilar Desa (Kades, Babinsa, Bhabinkamtibmas) Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta warga Desa Sugihwaras sekitar 1.000 orang berbondong bondong memadati lapangan desa untuk menyaksikan hiburan setahun sekali yang sudah disiapkan oleh pihak panitia.
Acara yang dibuka dengan pekik kemerdekaan oleh pembawa acara dilanjutkan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya diikuti oleh seluruh undangan dan warga yang hadir malam itu, dilanjutkan dengan sambutan dari pihak panitia peringatan HUT RI ke 72 serta penutup sambutan dari Pj Kepala Desa Sugihwaras Bpk Maskur. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan piala dalam lomba lomba yang sudah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke 72 Desa Sugihwaras tahun ini.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setahun sekali ini sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah kemerdekaan yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa kepada Bangsa Indonesia. Sebagai generasi penerus sudah sepantasnya kita tetap mengisi kemerdekaan ini dengan kegiatan yang positif sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk Bangsa dan Negara ini.
Kegiatan malam itu juga dimeriahkan oleh hiburan kesenian tradisonal jaranan serta seni budaya daerah lainnya disambut antusias oleh warga. Meskipun sangat disayangkan belakangan ini banyak kesenian tradisional yang mulai dilupakan atau ditinggalkan oleh generasi mudanya. Padahal sebagai bentuk dari rasa cinta tanah air yaitu antara lain mencintai dan melestarikan budaya asli Bangsanya sendiri.
Mengingat itu pula serta terkait tugas pokok dan tanggung jawabnya, Babinsa Desa Sugihwaras Kopka M Safari sangat mengapresiasi dan mendukung setiap upaya menjaga dan melestarikan seni budaya bangsa sebagai bentuk kecintaan warga kepada budaya Bangsanya sendiri. Jangan sampai terdengar lagi budaya kita diakui oleh bangsa lain seperti yang pernah terjadi belum lama ini karena kita sendiri tidak mau perduli terhadap budaya Bangsa Indonesia yang sangat banyak dan majemuk ini.
Editor : Lina