Mandiri di Bidang Ketahanan Pangan SSP di Desa Sidokepung

kodim0816-sidoarjo.com

Sidoarjo, Ssp (swa sem bada pangan) merupakan syarat  mutlak bagi negara berkembang untuk menjadi negara yang mandiri di bidang  ketahanan  pangan,negara Indonesia yang sangat subur gemah ripah loh jinawe dan beriklim tropis dimana negara kita berada di garis katulistiwa merupakan suatu anugerah yang sangat besar apalagi dengan demografi usia produktif yang sangat berlimpah merupakan aset yang yang belum tentu dimiliki oleh negara negara lain.


   Desa sidokepung kecamatan Buduran sidoarjo merupakan desa yang berpenduduk bermata pancaharian di perindustrian sebagai buruh pabrik ,namun di desa sidokepung ada sebagai masyarakat desa sidokepung yang masih mengandalkan  hidupnya di bilang pertanian yang luas tanah pertanian di desa sidokepung kurang lebih 40 Ha  kelompok tani di bentuk dengan nama tani teladan yang masih eksis mengelola tanah nan subur di desa sidokepung dan hasilnya masih bisa di andalkan ,dalam tiap tahun masih bisa panen 3 kali ,ini berkat irigasi yang bagus ,air mengalir dari
Sungai  brantas dialirkan melalui pengairan pusat rolak 9 ,di alirkan ke bendungan ketawang dan di alirkan secara bergantian melalui pintu pintu irigasi ke desa desa di antaranya desa sidokepung .


    Kelompak tani di desa sidokepung  sudah berdiri sudah lama di ketuai oleh bp khoirul anam yang beranggotakan + - 100 orang anggota ,mereka selalu berkordinasi dengan kolompok tani dari desa lain atau berkordinasi dengan PPL  bp yuliana atau dengan mantri pertanian bp saikudin dari kecamatan biasanya mereka berkumpul di rumah salah satu anggota atau di tempat tempat teduh di tepi sawah,biasanya mereka konsultasi masalah bibit padi yang mereka tanam keunggulan dan kekurangan  dan juga hama penyakit yang sering mengganggu dan cara mengatasinya , hasil yang di capai dalam tiap hektar ,dan masih banyak lagi ,terutama masalah penggunaan pupuk yang tepat,dulu pupuk sangat mahal dan langka bahkan terkadang hilang di pasaran kini pupuk mudah di dapat melalui keanggotaan kelompok tani (gapoktan) yang besaranya sudah di rapatkan oleh kelompok tani dan mantri pertanian.


   Kami  babinsa selalu mendukung dan menjembatani antara kelompak tani dan aparat terkait yang bersangkutan dengan masalah pengobtimalan dan memaksimalkan hasil panen kedepan bisa lebih baik hingga tercapai swa sembada pangan yang sebenarnya. (Lyn/Swd)

Editor : Lina

Berita Terpopuler
Berita Terbaru