Jabon Sidoarjo - Babinsa Koramil 0816/08 Jabon Koptu Winarto,bersama masyarakat Desa Jemirahan bersama-sama membuat Jenang di rumah bpk H Khoirut Tholab S.sos sekaligus menjabat sebagai Kepala Desa Jemirahan, dalam rangka menyambut kedatangan bpk H Khoirut Tholab S.sos dari melaksanakan ibadah Umroh selama 14 hari. Sabtu 02/10/2019. Di atas wajan ini, mereka membuat jenang , makanan tradisional Jawa yang selalu disajikan di hari istimewa atau berbagai hajatan besar. Dengan menggunakan pengaduk yang terbuat dari kayu dan besi, secara bergantian mereka mengaduk tepung beras, tepung ketan, gula jawa, kelapa dan jahe yang dimasak dalam satu wajan. Wajan ini ditaruh di atas pawonan, sebuah kompor yang terbuat dari tanah berbahan bakar kayu. Aktivitas ini membutuhkan sekitar 400 kilogram tepung beras. Tradisi unik ini diselenggarakan di Desa Jemirahan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, untuk di hidangkan kepada para tamu yang mengunjungi bpk H Khoirut Tholab S.sos. yang pulang dari ibadah Umroh. Mengaduk jenang ini menjadi tradisi yang selalu dilakukan warga untuk mengkategorikan persatuan dan juga keguyuban di desa ini. Ucap Babinsa Koramil 0816/08 Jabon Koptu Winarto. Suasana mengaduk memang sangat seru, tidak hanya dilakukan bersama-sama hingga menimbulkan gerakan yang seragam, namun sesekali, warga berteriak-teriak untuk memberikan semangat bagi para pengaduk agar dapat menyelesaikan adukan jenang. Mereka harus terus mengaduk, agar jenang yang ada di dalam kuali tidak gosong. "Kalau sampai gosong, kita malu, karena itu teman-teman berteriak-teriak untuk memberi semangat, agar tidak berhenti mengaduknya," ujar sdr Sutris 42 th pedagang salah seorang warga desa Jemirahan. Bpk H Khoirut Tholab S.sos selaku Kepala Desa Jemirahan mengatakan ngudek jenang yang dalam bahasa Indonesia berarti mengaduk jenang merupakan tradisi masyarakat desa Jemirahan sejak dulu. Tradisi ini selalu dilakukan saat ada pernikahan atau saat merayakan hari raya dan hajatan/tasyakuran di wilayah desa ini. “Konsepnya guyub rukun, bisa buat elemen desa ini bisa bersatu, buat desa ini maju. Ada filosofi dari ngudek jenang ini, yaitu seberat berat mengaduk jenang itu, akan menjadi ringan, karena jenang itu harus dimatangkan dengan sekuat tenaga kita harus selesaikan bersama, ”ujar bpk H Khoirut Tholab S.sos. Jenang yang sudah matang ini akan dibungkus dengan bungkus daun pisang, kemudian dibagikan kepada para tamu yang hadir ke rumah bpk H Khoirut Tholab S.sos, yang rencananya akan diadakan tasyarakuran dan doa bersama, sambil makan jenang bersama-sama malam nanti. Pungkas kades Jemirahan.
Editor : Lina