Peringati Hari Ibu, Polsek Krian bersama Forkopimka wilayah Barat Nobar Film Surga Kecil di Bondowoso.

kodim0816-sidoarjo.com

Peringati Hari Ibu, Polsek Krian bersama Forkopimka wilayah Barat Nobar Film Surga Kecil di Bondowoso.
Selasa, 17/12/2019.

Sidoarjo_Krian, Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-91 tahun 2019,  Polsek Krian laksanakan nonton bareng Forkopimka wilayah barat nonton bareng Film yang berjudul  Surga Kecil di Bondowoso di pendopo balai Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo, Selasa (17/12/2019) mulai pukul 19.15 WIB sampai dengan selesai.

Dalam rangka Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-91 tahun 2019 mengambil tema ‘Perempuan Berdaya, Indonesia Maju’. Dihadiri Kapolsek Krian Kompol M. Kholil. S.H.M.H, beserta anggota, Kpolsek Balongbendo, dan Kapolsek Wonoayu, Camat Krian Agus Maulidy. M.Si, Camat Balongbendo dan Camat Wonoayu, Danramil 0816/09 Krian Kapten Inf Siswanto, Danramil 0816/10 Balonbendo dan Danramil 0816/13 Wonoayu beserta anggota, Sekcam Ruslan.S.H, Babinsa Serma Mujito, Serma Suwandi, Serka Hery Eko dan Serka Muttakim, para Babinkamtibmas Polsek Krian, Balonbendo dan Wonoayu, Kades Katerungan dan Kades Barengkrajan sdr. Asmono, Satpol PP Krian Ibnu Malik, Satpol PP Balongbendo dan Satpol PP Wonoayu, Ibu Ibu Bhayangkari Krian, Balongbendo dan Wonoayu, Ibu Ibu Persit Koramil Krian, Persit Balongbendo dan Persit Wonoayu, serta warga masyarakat sekitar 110 orang penonton.

Kapolsek Krian mengatakan bahwasanya film dokumenter karya Nia Dinata yang berjudul ‘Surga Kecil dii Bondowoso’. tersebut menceritakan sebuah kehidupan keluarga di Bondowoso tentang kesetaraan antara pria dan wanita dalam berkeluarga dan berumah tangga yang adil dan sejahtera.


Kemudian Camat Krian menambahkan “Film ini mengangkat kehidupan seorang lelaki Yanga berasal dari pulau Madura merantau ke Bondowoso menjadi ustad di Bondowoso yang sangat progresif dan mengajarkan pada masyarakat di sekelilingnya tentang pentingnya pendidikan bagi anak perempuan, dan juga keterlibatan laki-laki dalam kehidupan berumah tangga.

" Film itu mengangkat kisah nyata seorang ustad di Bondowoso, Jawa Timur, yang tanpa malu, mau melakukan tugas-tugas yang biasa dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga. Seperti contoh, mencuci dan menjemur pakaian, menyapu, memasak bahkan memandikan anak di rumahnya. Hal itu mengingat konteks budaya Madura dan kehidupan pesantren yang masih patriarkis khususnya bagi perempuan,” ungkap Babinsa Serka Muttakim.

Editor : Lina

Berita Terpopuler
Berita Terbaru