Danramil 0816/13 Wonoayu yang diwakili Pelda Mochtar Hadiri Tradisi Sangkur Pora

kodim0816-sidoarjo.com

 


Tradisi Sangkur Pora yang sudah menjadi tradisi Satuan ini merupakan suatu hal yang dapat dibanggakan,  karena ini adalah suatu bentuk perhatian dan suatu wujud kepedulian sekaligus rasa hormat dari Pimpinan dalam hal ini adalah Komandan Kesatuan.

Melepas masa lajang merupakan suatu kebahagiaan bagi kedua mempelai, baik laki-laki maupun perempuan. Namun sepertinya lebih bahagia lagi, jika sang mempelai laki-laki merupakan prajurit TNI, pasalnya prosesi pernikahan prajurit TNI akan diwarnai upacara Sangkur Pora.

Babinsa Koramil 13 Wonoayu Serka M.Arifin mendampingi , Bati tuud Koramil 0816/13 Pelda Mochtar melaksanakan Giat prosesi Tradisi Sangkur Pora dalam acara pernikahan anggota Yon Armed 5/105 Tarik (Cipanas) Sabtu (14-03-2020).

Bati Tuud Ramil 0816/13 Wonoayu Pelda Mochtar menuturkan, anggota dari Satuan Yon Armed 5/105 Tarik (Cipanas) tersebut adalah Pratu Akhmad Ladoni melangsungkan resefsi pernikahan dengan .Lisa Tri Fatmawati

Setelah keduanya sah menjadi pasangan suami istri, seusai upacara adat dilanjutkan upacara militer Tradisi Korps Sangkur Pora. Tim inti yang berasal dari anggota Kesatuan Yon Arhanud SE 8, malaksanakan Tradisi Sangkur Pora yang menjadi kebanggaan prajurit TNI.

"Acara Tradisi Sangkur Pora tersebut dilangsungkan di Rumah Bapak Sunaryo Dusun Tanggul Wetan RT/RW 002/002 Desa Tanggul Kecamatan Wonoayu". Ucap Pelda Mochtar.

Kemudian mempelai pria menjemput mempelai perempuan dari kediaman mempelai perempuan dengan menggunakan mobil sebagai mobil Pengantin.

Prosesi selanjutnya, kedua mempelai bersama rombongan menuju tempat resepsi. Sampai di tempat resepsi kedua mempelai akan turun dan disambut untuk kemudian diarak menuju tempat laporan Komandan Tim Sangkur Pora.

"Posisi sangkur terhunus melambangkan bahwa, dengan bersikap dan berjiwa ksatria, kedua mempelai akan selalu siap untuk mengatasi segala rintangan hidup, yang akan menghalangi dan akan menghambat perjalanan bahtera kehidupan mereka".

Kedua mempelai kemudian harus melalui gerbang, dengan formasi berbanjar, sebagai gambaran yang mengandung arti bahwa, pintu gerbang yang baru dilalui merupakan awal dari suka dan duka dalam menempuh kehidupan yang baru, sebagai keluarga yang bahagia.

Lalu kedua mempelai berjalan diiringi Tim Sangkur Pora dengan formasi melingkar, melambangkan bahwa antara anggota Arhanud SE 8, masih terjalin hubungan ikatan bathin yang kuat sebagai kakak, rekan dan adik, dengan hati yang rela melepaskan kedua mempelai untuk berjuang menempuh bahtera kehidupan yang baru.

Kemudian melakukan, formasi melingkar membentuk payung. Usai melaksanakan formasi itu, kemudian dilanjutkan pemasangan cincin dan penyerahan pakaian Persit dan pemasangan cincin.

Pamasangan cincin mengandung arti ikatan bathin yang kokoh, bahwa mempelai akan selalu bersama-sama dalam mengarungi bahtera kehidupan yang baru. Adapun penyerahan seperangkat pakaian Persit kepada mempelai wanita ini, menandakan telah sahnya sebagai istri prajurit sejati. Pungkasnya (Arfn)

Editor : Lina

Berita Terpopuler
Berita Terbaru