Sidoarjo. Akhir-akhir ini petani Desa Cemeng bakalan mengeluh sawah mereka kurang mendapat suplai air yang cukup, hal ini disebabkan karena adanya proyek pembangunanĀ plengsengan sungai yang sering kali menutup pintu airĀ guna memperlancar kegiatan proyek yang mereka kerjakan. Jum'at
Hal ini terjadi karena kurangnya koordinasi antara pihak proyek, gapoktan dan UPTD pengairan setempat. Koptu kadafi anggota Koramil 01/Sidoarjo Babinsa desa cemeng bakalan Kec. Sidoarjo menyampaikan " Kami siap membantu atasi masalah ini karena kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut akan mengakibatkan kerugian bagi pihak petani karena akan mempengaruhi hasil panen mereka". Untuk mengatasi masalah ini Babinsa cemeng bakalan besama Gapoktan langsung turun tangan berkoordinasi dengan pimpinan proyek. Plengsengan dan akhirnya pintu air yang ditutup bisa di buka kembali sehingga air bisa mengalir ke sawah petani yang membutuhkan.
Editor : Pak RW