Sidoarjo
Dandim 0816/Sidoarjo menghadiri kegiatan Vidcon dalam rangka Pendampingan Daring 2 Cluster Jatim dengan Pimpinan Rapat Bpk. Alphieza Syam dari Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (TP STPC-19) Nasional didampingi oleh Ibu Lilik Kurniawan (Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang bertempat di Ruang COC Pendopo Delta Sidoarjo. Jumat (6/8/2021).
Turut hadir Bupati Sidoarjo H. Ahmad mudlor, H.Subandi (Wakil Bupati Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Untoro,SH,S.I.K, Letkol Inf Muhamad Iswan Nusi (Dandim 0816 Sidoarjo) serta Forkopimda Sidoarjo lannya.
Penanganan Covid-19 harus dilaksanakan secara cepat karena Covid-19 tidak dapat kita prediksikan perkembangannya, untuk itu harus direncanakan dlm waktu mingguan, yang pelaksanaannya bkerja sama dengan pihak internal yaitu TNI Polri dan Pemerintah Daerah dan pihak External yaitu Para Relawan. Seluruh masyarakat Indonesia sangat menginginkan pandemi Covid-19 ini cepat berlalu, tentunya merupakan pekerjaan semua elemen masyarakat, sehingga tidak hanya pemerintah, oleh karena itu salah satu tujuan kita adalah agar pimpinan daerah mempunyai peningkatan kapasitas dalam mengendalikan dan memimpin penanganan Covid-19 secara maksimal dan kolaboratif.
Pada masa pandemi ini, pemimpin harus bisa mengambil keputusan cepat dan handal dengan mempertimbangkan secara menyeluruh dampak sistemik lintas sektor perlu koordinasi secara sinergis dengan pemerintah pusat dan pihak terkait lainnya dalam ekosistem pemerintah daerah.
Ibu Lilik Kurniawan (Sekretaris Utama Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyampaikan, “Pandemi covid berdampak pada kehidupan Ekonomi masyarakat, untuk itu twrkait dengan Vaksin hrs diantisipasi yang dikarenakan jumlah vaksin terbatas karena produksi juga lambat, antispasi berupa sosialisai 3M perlu ditekankan lagi kepada masyarakat.” Tuturnya.
Dandim 0816/Sidoarjo menyampaikan, “Operasi Yustisi harus dilaksanakan secara rutin, hal tersebut untuk menurunkan angka penyebaran Covid 19 dengan kegiatan tambahan pembagian Hand Sanitiser, masker dan penekanan prokes pada setiap kegiatan masyarakat. Pemerintah Daerah TNI dan Pokri serta relawan adalah ujung tombak dari upaya penanggulangan bencana pandemi Covid-19, sehingga perlunya tetap dijaga sinergitas atau kebersamaan dalam menjalankan fungsi sebagai pengayom masyarakat dan contoh dalam pelaksanaan prokes.” Tuturnya Letkol Inf M. Iswan Nusi, SH.
Sosialisasi penerapan protokol kesehatan secara ketat yang mencakup 5 M dan menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi harus lebih serius dan intens dilaksanakan oleh seluruh penegak Prokes Covid 19, karena hal tsb adalah tolak ukur keberhasilan PPKM. Untuk mencapai hard immunity, vaksinasi harus dilakukan minimal pada 70 persen jumlah penduduk di Indonesia. Merawat isolasi dan mengkarantina kontak-kontak erat, dibutuhkan kesadaran bagi masyarakat untuk melakukan karantina bagi orang-orang yang berhubungan dengan penderita COVID-19, maka baik satgas, relawan, TNI dan Polri dapat mengawal kegiatan tersebut bersama-sama pemerintah daerah.
Editor : Lina