Musim hujan memang belum mencapai puncaknya, minggu kemarin merupakan awal musim hujan lebih tepatnya peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan namun tanpa disangka hampir seluruh wilayah Kab Sidoarjo terjadi genangan air yang cukup tinggi yaitu antara 10-50 cm. Mulai jalan umum, fasum, jalan-jalan desa dan tidak sedikit juga di beberapa desa air sampai masuk ke pemukiman penduduk sekitar 5-15cm akibat selama 5 hari Kabupaten Sidoarjo diguyur hujan lebat dan anging yang cukup kencang.
Kejadian tersebut juga dialami wilayah teritorial Koramil 0816/16 Waru ( Kec Waru ), walaupun tidak separah yang dialami seperti wilayah Kec Taman dan Sedati. Banjir setinggi 1m di wilayah Taman dan puting beliung di wilayah Sedati dapat dijadikan pembelajaran bagi kita semua manakala tidak disiapkan jauh hari, maka penanganan bencana alam banjir dan puting beliung akan berjalan lambat.
Sedangkan di wilayah kecamatan Waru seperti Desa Bungurasih, Medaeng, Waru, Kedungrejo, Tambakrejo dan Tambaksawah terjadi genangan air yang cukup tinggi yaitu antara 10-40cm sehingga menghambat aktifitas warga. Banjir yang terjadi di wilayah kecamatan Waru sementara disimpulkan penyebabnya adalah Saluran air yang kurang besar, meluapnya air sungai botokan dan sungai buntung akibat pendangkalan sungai karena sulit dilaksanakan penggerukan dan yang tidak kalah penting adalah masih minimnya kesadaran masyarakat supaya tidak membuang sampah ke aliran sungai yang ada di wilayah kecamatan waru.
Danramil 0816/16 Waru Kapten Arh Puji Wihardi mengintruksikan kepada seluruh Babinsa Koramil Waru agar melaksanakan koordinasikan dengan Kepala Desa setempat dalam rangka mengambil langkah-langkah mengatasi banjir yang ada di wilayah Desa binaan masing-masing serta mengambil langkah-langkah manakala terjadi banjir yang lebih besar, seperti menyiapkan tempat evakuasi, sarana evakuasi warga yang terjebak banjir dan sebagainya.
Editor : Pak RW