Sedati. Jelang aksi demo 2 Desember 2016 di Jakarta (212) dalam bentuk do'a bersama di lapangan Monas.
Forkopimka Sedati melakukan Safari sholat Zuhur bersama sekaligus pemberian wasbang oleh Forkopimda Sedati serta melibatkan Toga dan Tomas sebagai pembicara.
Selasa, (29/11). Bertempat di masjid Darul Istiqomah Desa Kwangsan, Rombongan Forkopimka Sedati melakukan sholat zuhur bersama.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan pendekatan dan mengingatkan masyarakat untuk tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan demo 2 Desember 2016 di Jakarta (212).
Pada kesempatan tersebut, Kapt Inf Ghofur selaku Komandan Ramil 0816/18 Sedati memberikan wawasan kebangsaan dengan materi Bahaya Proxy War.
Danramil mengatakan bahaya yang ada saat ini merupakan bentuk bahaya Proxy War, dimana perang tersebut terjadi ketika lawan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti, sehingga sulit untuk membedakan lawan dan kawan.
Tidak hanya itu, perang jenis ini lebih bersifat menyerang sendi-sendi bernegara dan bermasyarakat sehingga dapat dengan mudah untuk memprovokasi dan menguasainya serta dapat mengancam keamanan dan kedaulatan bangsa.
Salahsatu contoh bentuk bahaya Proxy War tersebut adalah pada saat Demonstrasi massa, kegiatan tersebut berpotensi untuk disusupi oknum yang melakukan tindakan provokatif dengan tujuan untuk menimbulkan kerusuhan.
Maka dari itu kita semua agar senantiasa membentengi diri, keluarga dan seluruh warga Indonesia dari pengaruh dan ancaman bahaya proxy war dengan Perkuat iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Pedomani Pancasila, Patuhi UU yang berlaku serta menambah wawasan kebangsaan serta tanamkan jiwa nasionalisme demi tetap tegaknya kedaulatan NKRI.
Editor : Pak RW