Sidoarjo, Sabtu (18 Oktober 2025) — Pendopo Desa Pepelegi dipenuhi suasana serius namun penuh kekeluargaan pada sore hari ini. Mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai, pemerintah desa bersama unsur masyarakat dan aparat terkait melaksanakan Latihan Mitigasi Bencana Desa Pepelegi Tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga, memperkuat koordinasi antar-pelaksana, dan melatih keterampilan praktis penanganan kecelakaan serta evakuasi darurat.
Kegiatan dibuka secara resmi pukul 15.50 WIB. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Pepelegi, Bpk. Iswayudi, S.E., Ketua dan anggota BPD, Ketua dan anggota LPMD, pengurus TP/PKK, pengurus dan BPH Karang Taruna, Babinsa Koramil 0816/16 Waru, Babinkamtibmas, serta seluruh perangkat desa. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun desa yang tangguh terhadap ancaman bencana.
Acara dimulai dengan sambutan singkat Kepala Desa Pepelegi, Bpk. Iswayudi, S.E., yang menekankan pentingnya kesiapan kolektif. “Mitigasi bukan pekerjaan segelintir orang — ini tanggung jawab kita bersama. Dengan latihan seperti ini, kita melatih refleks, memperkuat jaringan komunikasi, dan menyelamatkan nyawa apabila bencana datang,” ujar Iswayudi.
Selanjutnya Ketua BPD, Drs. H. Nuryadi, S.Pd., memberikan sambutan yang mengapresiasi partisipasi warga dan unsur pemerintahan desa. H. Nuryadi menegaskan bahwa peran tokoh masyarakat serta organisasi pemuda dan perempuan sangat krusial untuk menyebarluaskan pengetahuan mitigasi ke seluruh lapisan masyarakat.
Sesi inti materi dibawakan oleh Ibu Belah Noviati, yang mengupas tuntas teknik Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Materi meliputi identifikasi cedera, tindakan awal pada luka dan patah, penanganan perdarahan, serta prosedur aman dalam evakuasi korban. Pemaparan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan diselingi contoh nyata sehingga peserta cepat menangkap langkah-langkah praktisnya.
Pukul 16.30 WIB, seluruh peserta mengikuti praktek lapangan. Kegiatan praktik melibatkan simulasi evakuasi, penanganan korban hipotermia dan luka, cara membawa korban dengan alat sederhana, serta latihan koordinasi antar-tim pertolongan dan aparat desa. Praktek berlangsung interaktif; warga bergantian memerankan korban dan penyelamat sehingga setiap peserta mendapat pengalaman langsung.
Babinsa Koramil 0816/16 Waru, Pelda Puji Suyanto, memberikan penjelasan dan arahan teknis selama latihan. Dalam kesempatan tersebut Pelda Puji menyampaikan, “Latihan hari ini menunjukkan semangat gotong-royong yang kuat. Yang terpenting adalah membangun budaya waspada dan melatih keterampilan dasar — dari komunikasi cepat, pembagian peran saat evakuasi, hingga kemampuan melakukan pertolongan sementara sebelum pihak medis tiba. Babinsa siap mendampingi dan membina, namun keberhasilan sesungguhnya ada pada kesiapan masyarakatnya.” Pernyataan beliau mencerminkan kepedulian dan peran aktif TNI dalam pembinaan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan refleksi singkat dan rencana tindak lanjut: penyusunan jadwal latihan berkala, pembentukan tim relawan mitigasi di tiap RT/RW, serta rencana penyuluhan ke sekolah-sekolah dasar di Desa Pepelegi. Kepala Desa juga memerintahkan dokumentasi dan pembuatan SOP sederhana yang mudah diakses warga.
Editor : Lina