Bambu Runcing di Pusara Pejuang, Babinsa Jaga Warisan Nasionalisme 

Reporter : Lina

SIDOARJO – Penghormatan terhadap jasa para pejuang kemerdekaan tidak boleh berhenti pada lembaran sejarah semata. Semangat itulah yang tergambar dalam kegiatan Upacara Pemancangan Bambu Runcing Berbendera Merah Putih di pusara Almarhum Bapak Rai, seorang pejuang yang telah mengabdikan dirinya bagi bangsa dan negara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (17/06/2026) di TPU Dusun Kedungsukodani dan dilanjutkan di kediaman keluarga almarhum di Desa Kedungsukodani RT 03 RW 01, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan berlangsung penuh khidmat, sarat makna, dan menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kembali nilai-nilai patriotisme di tengah masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DHC Angkatan '45 Kabupaten Sidoarjo H. Sudjiono, Ketua DHR Angkatan '45 Kecamatan Balongbendo Sutrisno, Sekcam Balongbendo Ludi, SH., MAP., perwakilan Polsek Balongbendo, Kasi Kesra Desa Kedungsukodani Syaifudin, anggota DHR Angkatan '45 Kecamatan Balongbendo, keluarga besar almarhum, serta Babinsa Koramil 0816/10 Balongbendo Kopka Marsetyo W. bersama dua anggota.

Baca juga: Babinsa Kraton Hadiri Sosialisasi Ketenagalistrikan, Wujudkan Masyarakat Cerdas Energi

Prosesi penghormatan diawali dengan upacara pemancangan bambu runcing berbendera Merah Putih di pusara Almarhum Bapak Rai. Rangkaian upacara dimulai dengan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan DHC Angkatan '45 Kabupaten Sidoarjo, kemudian prosesi pemancangan bambu runcing yang menjadi simbol keberanian, keteguhan, dan semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

Momen tersebut semakin khusyuk saat dilakukan pengalungan bunga melati pada bambu runcing yang telah dipancangkan. Bunga melati yang identik dengan kesucian dan ketulusan menjadi lambang penghormatan kepada jasa para pejuang yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam keterangannya, Kopka Marsetyo W. menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata penghargaan kepada para pejuang yang telah mewariskan kemerdekaan kepada generasi saat ini. “Bambu runcing merupakan simbol perjuangan rakyat Indonesia yang sangat kuat. Ketika bambu runcing berbendera Merah Putih dipancangkan di pusara seorang pejuang, maknanya bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangan yang harus diwariskan kepada generasi muda,” jelas Kopka Marsetyo.

Menurutnya, perjuangan para pendahulu tidak boleh dilupakan di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Generasi muda perlu memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini diperoleh melalui pengorbanan yang sangat besar. “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa cinta tanah air tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati jasa pahlawan, menjaga persatuan, menaati aturan, serta berkontribusi positif bagi masyarakat merupakan bentuk nyata bela negara yang dapat dilakukan oleh setiap warga,” tambahnya.

Usai pelaksanaan upacara di TPU, kegiatan dilanjutkan di kediaman keluarga Almarhum Bapak Rai. Acara diawali dengan sambutan dari pihak keluarga yang menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas penghormatan yang diberikan kepada almarhum. Keluarga merasa bangga karena jasa dan pengabdian almarhum masih terus dikenang oleh masyarakat serta organisasi pejuang.

Baca juga: Babinsa Watesari Bersama Mahasiswa KKN UMSIDA, Perkuat Sinergi Kampus dan Desa

Ketua DHC Angkatan '45 Kabupaten Sidoarjo, H. Sudjiono, dalam sambutannya menegaskan bahwa penghormatan kepada para pejuang merupakan bagian dari tanggung jawab moral bangsa. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. “Perjuangan mereka telah mengantarkan bangsa ini menuju kemerdekaan. Oleh karena itu, generasi sekarang memiliki kewajiban untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan karya, prestasi, serta pengabdian kepada bangsa dan negara,” tuturnya.

Sementara itu, Sekcam Balongbendo Ludi, SH., MAP., mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia berharap semangat nasionalisme yang ditunjukkan melalui penghormatan kepada para pejuang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat rasa kebangsaan.

Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian Almarhum Bapak Rai, dilakukan penyerahan Surat Penghargaan kepada ahli waris keluarga. Prosesi tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi simbol bahwa perjuangan para pejuang kemerdekaan akan selalu mendapatkan tempat terhormat dalam perjalanan sejarah bangsa.

Baca juga: Danramil Tulangan Hadiri Penyaluran Bantuan Pangan untuk 430 Warga Singopadu

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipanjatkan untuk Almarhum Bapak Rai dan seluruh pejuang bangsa yang telah mendahului. Suasana kekeluargaan yang hangat mewarnai seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Kopka Marsetyo W. menegaskan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus wujud komitmen TNI AD dalam menjaga nilai-nilai perjuangan bangsa agar tetap hidup di tengah masyarakat. “Semangat bambu runcing harus terus tertanam dalam hati setiap generasi Indonesia. Bukan untuk berperang, melainkan sebagai simbol keberanian, pengorbanan, persatuan, dan kecintaan kepada tanah air. Nilai-nilai itulah yang harus kita jaga bersama demi Indonesia yang semakin maju dan kuat,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan penuh rasa hormat. Melalui momentum tersebut, semangat perjuangan para pahlawan kembali digaungkan, menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan warisan berharga yang harus dijaga dan diteruskan oleh seluruh anak bangsa.

Editor : Lina

Berita Terpopuler
Berita Terbaru