Babinsa Desa Tegalsari Koramil 0816/ 06 Tanggulangin dalam rangka menyerap segala kendala dan permasalahan yang dihadapi para petani di wilayahnya, Babinsa Kedensari Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo Peltu Kartono yang sekaligus sebagai Ketua Gapoktan Wilujeng 2 berusaha meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan berbincang-bincang dengan para petani, Sabtu (29/04/2017), Peltu Kartono melakukan bincang bincang diatas sawah saat para petani melakukan istirahat setelah tanam padi.
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Bapak Giman bahwa saat ini sedang menanam padi jenis Ciherang. Namun kendala yang dihadapi saat ini dengan adanya curah hujan yang tinggi menyebabkan hama keong yang memakan batang serta akar padi. Sehingga setiap harinya pak Giman bersama istrinya harus bekerja ekstra untuk memunguti keong keong sampai menjelang musim panen tiba.
Dengan kondisi tersebut Peltu Kartono sebagai Babinsa yang melaksanakan tugas pendampingan Upsus merasa prihatin dan kasihan dengan pak Giman. Sebab beliau menyadari bahwa bertani padi memang pekerjaan yang cukup berat. Disamping biaya operasionalnya sangat tinggi, hasil panennya kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Hal ini disebabkan oleh dua faktor yaitu karena harga jualnya yang rendah maupun karena faktor hama seperti yang dialami pak Giman.
Namun demikian Peltu Kartono tidak patah semangat, beliau selalu memberikan dorongan kepada setiap petani termasuk pak Giman. Agar semangat petani tidak kendor dia memberikan solusi dalam mengurangi biaya operasional, yaitu dengan memanfaatkan bantuan alat pertanian, benih/bibit tanaman maupun pupuk bersubsidi.
Petani diajak untuk menggunakan bantuan yang diberikan oleh Dinas Pertanian sehingga kalau terjadi gagal panen kerugiannya tidak terlalu besar, tambah Peltu Kartono.
Selain itu Peltu Kartono memberikan solusi setiap ada persoalan pertanian seperti soal pengairan/ irigasi kepada para petani sehingga para anggota Gapoktan bisa melaksanakan kegiatannya dalam musim tanam April - September (Asep) tanpa adanya kendala yg berarti.
ena harga jualnya yang rendah maupun karena faktor hama seperti yang dialami pak Giman.
Namun demikian Peltu Kartono tidak patah semangat, beliau selalu memberikan dorongan kepada setiap petani termasuk pak Giman. Agar semangat petani tidak kendor dia memberikan solusi dalam mengurangi biaya operasional, yaitu dengan memanfaatkan bantuan alat pertanian, benih/bibit tanaman maupun pupuk bersubsidi.
Petani diajak untuk menggunakan bantuan yang diberikan oleh Dinas Pertanian sehingga kalau terjadi gagal panen kerugiannya tidak terlalu besar, tambah Peltu Kartono.
Selain itu Peltu Kartono memberikan solusi setiap ada persoalan pertanian seperti soal pengairan/ irigasi kepada para petani sehingga para anggota Gapoktan bisa melaksanakan kegiatannya dalam musim tanam April - September (Asep) tanpa adanya kendala yg berarti.
Editor : Pak RW