Petani, PPL dan Babinsa 0816/13 Wonoayu Gempur Sarang Wereng  Hama wereng telah menjadi musuh alami bagi petani. Hama ini termasuk yang sangat sulit untuk dibasmi. Apalagi jika petani tidak serentak melakukan pertanaman yang membuat makanan hama wereng ada sepanjang waktu.
Untuk mengatasi hama tersebut, petani di Desa Candinegoro Kec Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo bersama Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) bersama Babinsa Koramil 13 Kodim 0816 Sidoarjo Hari ini (12/07/2017) Pukul 08,00 Wib menggempur” sarang wereng yang telah meresahkan petani. Penggempuran dilakukan dengan penyemprotan hama wereng secara massal di lahan seluas 18 ha dengan pendampingan ketat dari petugas Pengamat Hama dan Penyakit Tanaman dari Kec Wonoayu. “Lahan yang terindikasi terserang wereng luasannya mencapai 18 hektar. Saat serangan kondisi tanaman padi memasuki masa primordia. Kegiatan penyemprotan massal pengendalian hama wereng ini dilakukan menyusul laporan Kelompok Tani Desa Candinegoro adanya indikasi serangan hama wereng pada pertanaman padi. Pestisida untuk penyemprotan merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sidoarjo Jumlah petani yang hadir saat gerakan massal ada sekitar 30 orang. Hadir juga dalam penyemprotan massal hama wereng antara lain, Kades Ds Candinegoro,Sekdes,Mantan,PPL,POPT,Gapoktan,Poktan,Para Petani, serta Para Babinsa Ramil 13 Wonoayu Yaitu Sertu Rudi S,Sertu Henky,dan Serda Subaderi.
Sebelum melakukan aksi, petani mendapat penyuluhan dari Koordinator BPP Kec Wonoayu, mengenai cara penyemprotan yang tepat sasaran dan tepat dosis. “Pengendalian hama penyakit pada tanaman padi jangan hanya mengandalkan bantuan pestisida, tapi petani bisa mengendalikan dan mencegah hama penyakit secara mandiri, sehingga proteksi tanaman akan lebih terjaga,” katanya. Sementara itu Danramil 13 Wonoayu Kapten Inf Kabul Tarmanto mengatakan, jajaran TNI akan berupaya semaksimal mungkin membantu petani. Apalagi sudah mendapat perintah langsung Presiden Joko Widodo selaku Panglima Tertinggi TNI kepada prajurit TNI untuk membantu dan mendukung tercapainya swasembada pangan tahun 2017. “Jika nanti petani menemui berbagai kendala di lapangan terkait tanaman padinya, dapat segera melaporkan kepada PPL atau Babinsa setempat untuk segera ditindaklanjuti langkah pengendalian untuk mengatasi kendala tersebut,” tuturnya.
Ketua Kelompok Tani desa Candinegoro, mengapresiasi adanya tentara yang ikut mengawal dan turun ke sawah membantu pengendalian hama wereng. Petani berharap penyemprotan massal bersama PPL dan TNI mampu mencegah serangan berat hama wereng. “Kami berharap hasil panen nanti akan maksimal, sehingga pragram swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah dapat terwujud,” ujarnya. Bukan hanya itu lanjutnya, adanya kerjasama yang baik antara petani, PPL dan Babinsa diharapkan mampu mamacu semangat petani membudidayakan tanaman padi secara baik.
Editor : Pak RW