SIDOARJO – Lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter. Sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak di lingkungan sekolah, Babinsa Koramil 0816/17 Gedangan Desa Keboananom, Serka Achmadin, melaksanakan kegiatan edukasi tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan serta Anti-Bullying di SDN Keboananom, Jalan Sukodono Nomor 51, Desa Keboananom, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 600 siswa-siswi tersebut menjadi salah satu upaya membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan, menjaga persahabatan, serta menghindari segala bentuk tindakan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 0816/17 Gedangan Kapten Cba Khoirul Anam, S.Sos., Babinsa Desa Keboananom Serka Achmadin, Kepala SDN Keboananom Ibu Januar beserta jajaran guru, serta ratusan siswa-siswi yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Kepala SDN Keboananom. Selanjutnya, Danramil 0816/17 Gedangan Kapten Cba Khoirul Anam, S.Sos., memberikan sambutan sekaligus bertindak sebagai narasumber dalam penyampaian materi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan serta bahaya bullying. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.
Dalam penyampaian materi, para siswa diberikan pemahaman bahwa bullying atau perundungan bukanlah tindakan yang dapat dianggap sebagai candaan biasa. Perilaku mengejek, menghina, mengucilkan, mengancam, hingga melakukan kekerasan fisik terhadap teman dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi psikologis, rasa percaya diri, dan perkembangan anak.
Para siswa juga diajak memahami pentingnya membangun hubungan pertemanan yang sehat, saling menghargai, tidak membeda-bedakan teman, serta berani menyampaikan kepada guru maupun orang tua apabila mengetahui atau mengalami tindakan perundungan.
Babinsa Desa Keboananom, Serka Achmadin, menyampaikan bahwa edukasi anti-bullying perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak memiliki pemahaman yang benar mengenai perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, sekolah bukan hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga merupakan ruang pembentukan karakter, moral, kedisiplinan, dan kepribadian. Oleh karena itu, setiap siswa perlu dibekali kesadaran untuk menghormati sesama serta menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian untuk mencegah tindakan perundungan. Siswa diharapkan tidak menjadi pelaku, tidak menjadi penonton yang membiarkan kekerasan terjadi, serta berani melaporkan kepada guru apabila menemukan tindakan yang merugikan teman.
"Anak-anak harus belajar saling menyayangi, menghormati, dan membantu satu sama lain. Jangan pernah merasa bangga ketika bisa menyakiti atau merendahkan teman. Jadilah siswa yang berprestasi, berdisiplin, memiliki sopan santun, serta mampu menjadi sahabat yang baik bagi sesama," demikian pesan edukatif yang menjadi penekanan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, keterlibatan Danramil dan Babinsa dalam kegiatan pendidikan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap pembinaan generasi muda. Kehadiran aparat teritorial di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus memperkuat pemahaman siswa mengenai nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, dan rasa persaudaraan.
Melalui kegiatan tersebut, Koramil 0816/17 Gedangan berharap seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, hingga para siswa, dapat mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan bebas dari kekerasan.
Upaya pencegahan bullying tidak dapat dibebankan kepada pihak sekolah semata. Diperlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan seluruh unsur terkait agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang memberikan rasa aman, perlindungan, serta kesempatan yang sama untuk berkembang.
Dengan adanya edukasi ini, diharapkan sekitar 600 siswa-siswi SDN Keboananom semakin memahami pentingnya menghargai sesama dan menjadikan sikap saling menghormati sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh antusiasme, dan lancar. Semangat yang dibangun melalui edukasi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, bersahabat, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Editor : Lina