DANRAMIL 0816/03 Buduran menghadiri acara penyuluhan anti narkoba yang di selenggarakan oleh karang taruna tunas harapan Desa Buduran
Maraknya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dewasa ini, menjadi atensi serius Kartar (Karang Taruna) Tunas Harapan Desa Buduran Kecamatan Buduran Kepedulian dan simpatik tersebut diwujudkan dengan penyuluhan anti narkoba dengan tema Mewujudkan Generasi Bangsa Indonesia yang terpelajar bebas dan bersih dari Narkoba.
Dalam sambutanya, Danramil Buduran Kapten INF Karyo Edi menyerukan tekadnya, membawa wilayah Kecamatan Buduran Khususnya Desa Buduran bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. “Kita semua bertekad agar Desa Buduran bebas narkoba,” dan Karangtaruna tunas harapan bisa memberi contoh kepada karang taruna desa yang lain di kecamatan Buduran dan generasi muda merupakan generasi penerus bangsa yg harus mumpuni yg berwawasan kebangsaan guna memajukan dan menjaga negara ini,dg adanya penyuluhan ttg bahaya narkoba tsb dapat nya memberikan pencerahan dan penjelasan ttg penyalah gunaaan narkoba
Acara tersebut terkesan deklarasi, mengingat ditandai dengan pengucapan yel-yel inspiratif. “Muda bebas Narkoba,” bunyi yel tersebut. Pada acara yang bertempat di balai Desa Buduran Rabu malam (10/5), kartar Tunas Harapan juga berjanji akan menyampaikan input (hasil) sosialisasi itu dilingkungan keluarga.
Kegiatan sosialisasi malam itu terkesan sangat inspiratif mengingat, adanya kehadiran BNN Kota Sidoarjo yang menjadi pembicara dan narasumber dalam sosialisasi itu.
Sosialisasi malam itu, terlebih dahulu dibuka oleh kepala Desa Buduran Dalam sambutan arahannya mengimbau kepada seluruh anggota kartar tunas harapan agar menjadikan generasi muda yang bebas narkoba. “Saya pesan kepada adik-adik semua, jauhi narkoba dan jangan sekali-kali mencobanya,” dan menjadi duta duta tentang bahaya narkoba
Sedangkan BNN sidoarjo yang diwakili oleh penyuluhnya bapak Sayyid Abdullah, S.H.i membeberkan bahwa dampak narkoba sudah semakin darurat, sudah menyasar dikalangan anak SD. “Sangat miris sekali kawan-kawan, peredaran gelap narkoba sudah merambah dikalangan bocah SD (Sekolah Dasar) ini adalah titik nadir yang gawat,” ungkap Sayyid dalam paparannya.
Pembicara, juga membeber data yang dihasilkan dari observasi BNN pusat, bahwa usia yang rentan dan sangat banyak menjadi pengguna narkoba adalah usia 16 – 25 tahun. “Saya sampaikan kepada saudara sekalian, usia terbanyak pengguna narkoba antara yakni 16 – 25 tahun. Untuk itu kepada adik adik semua, kalian jangan sampai ini bahaya,” tambah Penyuluh BNN Sidoarjo, Sayyid
Untuk itu BNN Sidoarjo mengedukasi kepada para pemuda kartar, agar berhati-hati dalam bergaul dan pilih teman yang selektif. Hal itu dimaksudkan, sebagai penangkal yang mudah dilakukan agar tidak terjerat narkoba. “Untuk itu, pilih teman yang selektif. Jauhi teman yang tercandu narkoba, karena orang yang tercandu sangat berpotensi mengajak teman yang lain,” imbau perwakilan BNN Sidoarjo
Editor : Pak RW