- Babinsa Kedensari Peltu Kartono sekaligus sebagai Ketua Poktan Wilujeng 2 Koramil 0816/ 06 Tanggulangin melaksanakan kegiatan menghadiri acara syukuran penanaman padi atau istilah warga setempat "Doa Turun Ke Sawah sebagai pertanda dimulainya turun tanam" secara serentak bersama sama dan sebanyak 14 kelompok tani (Koptan) dari Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo, (Jumat 10/11/2017)
Doa syukuran turun ke sawah itu merupakan tradisi lama kalangan masyarakat petani, Babinsa Desa Kedensari selaku Ketua Poktan sekaligus pendamping petani turut hadir langsung pada acara tersebut dan tlmendoakan supaya hasil petani semakin meningkat.
Penyuluh Pertanian Kecamatan Tanggulangin Bpk Adi Karjawan, menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang telah datang menghadiri acara doa syukuran turun tanam petani di Desa Kedensari.
Karena tahun ini para petani melakukan doa syukuran agar pertanian yang akan dilaksanakan nantinya membawa hasil yang berlimpah dibanding hasil tahun lalu.
Peltu Kartono menyampaikan kepada masyarakat bahwa antara Pemerintah Daerah dengan TNI telah membuat suatu ikatan kerjasama dalam rangka Pencanangan Ketahanan Pangan. Dimana, perjanjian tersebut telah ditandatangani MOU. "Makanya nanti jangan heran jika ada aparat TNI khususnya Babinsa yang datang membantu saudara-saudara di sawah," jelasnya.
Dijelaskan juga, khusus untuk benih padi, beliau juga menghimbau kepada seluruh Poktan yang ada untuk mengembangkan bibit pemberian dari TNI jenis Padi Kartika 52, karena jenis padi Kartika berhasil dikembangkan oleh petani bahkan sudah dirasakan hasilnya juga.
"Tapi saya pesankan, agar hasil produksi panen dapat meningkat, pakailah sistem jajar Legowo dengan pola tanam padi SRI. Selain itu, saya berharap para kelompok tani juga segera menyusun Rancangan Dasar Kebutuhan Kelompok (RDKK), supaya kebutuhan pupuk nantinya tidak terkendala. Sebab kita ketahui bersama, keterlambatan proses pemupukan akan sangat berdampak terhadap hasil panen nantinya," harapnya.
Sementara itu Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian, Supriyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa negara ini dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar masyarakatnya hidup dari pertanian. Disebutkan, tingkat kesuburan tanah sudah mulai menurun. Untuk itu dibutuhkan upaya mengembalikan kesuburan tanah tersebut, antara lain dengan berbagai paket teknologi dan diimplementasikan pada beberapa program seperti System Rice Intensification (SRI) dan optimalisasi lahan.
"Seperti saya sampaikan diberbagai kesempatan sebelumnya, bahwa saya komit untuk membantu petani untuk meningkatkan hasil produksinya, termasuk para petani di Kecamatan Tanggulangin ini. Kita akan terus berjuang untuk mencari cara agar mampu memberikan bantuan-bantuan untuk kebutuhan pertanian, baik dari pemerintah pusat maupun provinsi, disamping tentunya dari yang sudah kita anggarkan di APBD," janjinnya.
Editor : Lina
URL : https://kodim0816-sidoarjo.com/news-1976-syukuran-dimulainya-turun-tanam