Sidoarjo, Pada tanggal 20 - 21 Juli 2016. Komandan Kodim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Andre Julian, S.I.P menghadiri pertemuan di Kota Batu guna meningkatkan koordinasi dan konsolidasi dalam pelaksanaan program UPSUS Pajale di Jawa Timur, BPTP Jawa Timur menyelenggarakan pertemuan evaluasi pelaksanaan Upsus Pajale periode April - September 2016 di 5 Kabupaten wilayah pendampingan BPTP Jawa Timur pada tanggal 20-21 Juli 2016 di Batu.
Pertemuan diikuti oleh Dinas Pertanian, Kodim, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian kabupaten Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Nara sumberberasal dari Dinas Pertanian Propinsi, BMKG, BPTPH Propinsi, dan BPTP Jawa Timur. Pertemuan dibuka dan mendapat arahan dari Kepala Dinas Propinsi Jawa Timur.
Tujuan pertemuan melakukan evaluasi pelaksanaan Upsus Pajale sampai bulan Juli 2016. Kita harus bekerjasama bahu membahu untuk mensukseskan Upsus Pajale di Jatim mengingat 5 kabupaten merupakan salah satu wilayah kantong produksi pangan.
Dalam pertemuan ini mengupas habis permasalahan maupun kendala. Oleh karena itu ditemukan hasil atau poin-poin penting dalam pertemuan ini antara lain dalam rangka mendukung pengembangan LTT padi lahan kering/padi gogo, telah disiapkan pedoman pengelolaan tanamaan terpadu padi gogo sebagai acuan penerapan teknik budidaya padi gogo di lapangan, untuk mendukung itu BPTP Jatim mengusahakan bantuan benih cuma-cuma sekitar 10 ton benih klas SS.
Menteri Pertanian RI dalam pertemuan ini menyampaikan himbauannya "Perubahan pola tanam, perubahan waktu tanam, berpengaruh terhadap lingkungan yang cocok terhadap perkembangan OPT, perubahan iklim sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan status OPT. Hal ini harus diantisipasi sejak awal, antara lain dengan melakukan pengamatan perkembangan OPT yang lebih intensif, melakukan penanganan sedini mungkin melalui SPOT-STOP, menyiapkan stok pestisida yang diperlukan di tingkat kabupaten (bila diperlukan dapat mengajukan ke Dinas Pertanian Propinsi), pemberdayaan petani alumni SLPHT, mengoptimalkan peran POPT dan petugas lapang tingkat kecamatan, peningkatan koordinasi dan gerakan pengendalian dengan memberdayakan Regu Pengendali Hama (RPH) di tingkat kelompok tani." (Ly)
Editor : Pak RW