Sidoarjo, Dalam upaya pencapaian target program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) pemerintah dalam hal ini Departemen Pertanian melalui Badan Pengembangan dan Penelitian telah banyak mengeluarkan rekomendasi untuk diaplikasikan oleh petani. Salah satu rekomendasi ini adalah penerapan sistem tanam yang benar dan baik melalui pengaturan jarak tanam yang dikenal dengan sistem tanam jajar legowo.
Dalam melaksanakan usaha tanam padi ada bebarapa hal yang menjadi tantangan salah satunya yaitu bagaimana upaya ataupun cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil produksi padi yang tinggi. Namun untuk mewujudkan upaya tersebut masih terkendala karena jika diperhatikan masih banyak petani yang belum mau melaksanakan anjuran sepenuhnya. Sebagai contoh dalam hal sistem tanam masih banyak petani yang bertanam tanpa jarak tanam yang beraturan. Padahal dengan pengaturan jarak tanam yang tepat dan teknik yang benar dalam hal ini adalah sistem tanam jajar legowo maka akan diperoleh efisiensi dan efektifitas pertanaman serta memudahkan tindakan kelanjutannya.
Kata ketua PPL kecamatan Buduran bpk Saikhudin.
Sebelum pelaksanaan tanam padi Jajae Legowo, Babinsa desa Prasung Serma Karli menambahkan tentang apa yang sudah disampaikan oleh bpk Saikhudin. Istilah jajar legowo diambil dari bahasa jawa yang secara harfiah tersusun dari kata “lego (lega)” dan “dowo (panjang)” yang secara kebetulan sama dengan nama pejabat yang memperkenalkan cara tanam ini. Sistem tanam jajar legowo diperkenalkan pertama kali oleh seorang pejabat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Negara Provinsi Jawa Tengah yang bernama Bapak Legowo yang kemudian ditindak lanjuti oleh Departemen Pertanian melalui pengkajian dan penelitian sehingga menjadi suatu rekomendasi atau anjuran untuk diterapkan oleh petani dalam rangka meningkatkan produktivitas tanaman padi.
Setelah para petani mengerti dan memahami penjelasan dari PPL dan Babinsa desa Prasung Serma Karli,maka kelompok tani Sumber Rejeki desa Prasung sepakat utk menanam padi dengan sistem tersebut. Agar para petani dapat mengerti dan memahami tentang apa yg disampaikan oleh PPL dan Babinsa,maka para petani dengan dibantu oleh Babinsa Sema Karli langsung mengaplikasikan di lapangan sambil mengikuti petunjuk dan arahan dari ketua PPL agar dalam pelaksanaan tanam Jajar Legowo dapat berjalan dengan baik.
Ketua Gapoktan desa Prasung bpk Abd.Bisri mengucapkan banyak banyak terima kasih atas arahan yg diberikan kepada para perani,yang membuat para petani bertambah wawasan. Dan saya selaku ketua Gapoktan desa Prasung mengharapkan agar bpk Saikhudin selaku ketua PPL Kecamatan, dapat memberikan arahan kembali tentang masa masa perawatan sampai dengan masa panen. (Lyn)
Editor : Lina