Forkopimka Prambon dan Kades Berdendang, Watu Tulis pun bergoyang saat ruwat desa digelar

Sidoarjo – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai jasa para pahlawan dan leluhurnya. Salah satu bentuk penghormatan kepada leluhur tersebut adalah selalu mengupayakan nilai nilai budaya warisannya tetap lestari. Dikenang dan diteruskan pada generasi selanjutnya.

Penghormatan seperti itu terlihat di Desa Watu Tulis Kecamatan Prambon, Sidoarjo (19/4/2019). Gebyar acara ruwatan desa dengan pertunjukan wayang kulit menjadi bukti kuatnya rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Kegiatan itu menurut Warsono, Kades Watu Tulis merupakan rutinitas tahunan yang telah menjadi agenda tetap desa ketika bulan memasuki Ruwah dalam kalender penanggalan Jawa.

“Kalau bukan kita generasi penerus ini, siapa lagi yang akan melestarikan tradisi warisan leluhur yang adiluhung ini? Sebagai bangsa kita kita patut berbangga karena negeri ini kaya dengan aneka tradisi dan budaya yang dikagumi dan mulai dipelajari oleh bangsa luar,” tutur Warsono kepada Lensanasional.co.id

Melalui event seperti ini, lanjut Warsono,” Saya berharap generasi dibawah saya yang nonton acara ini nantinya akan meneruskan dan melestarikan tradisi ruwatan desa yang ada di desa Watu Tulis ini, karena disitu terkandung nilai nilai luhur yang menjadi ciri khas bangsa kita,” tambahnya.

Sebelum pertunjukan wayang kulit digelar, acara terlebih dulu diselingi dengan penampilan tari tarian dari Karang Taruna dan Ibu ibu PKK .

Paling menarik dari acara malam itu yakni penampilan jajaran Forkopimka Prambon. Mulai Camat, Danramil hingga Kapolsek Prambon turut naik ke panggung menyanyikan beberapa lagu.

Applaus penonton makin meriah tatkala Pak Kades bersama Bu Kades tampil diatas panggung. Berduet menyanyikan tembang campursari. Praktis malam itu Watu Tulis bergoyang oleh penampilan para pejabat Forkopimka dan pimpinan desa yang asyik berdendang. (Lyn/Git).

Berita Terbaru