Sidoarjo, Bertempat di Greensa Inn Sunan Ampel Desa Sedati Agung Kec. Sedati Kab. Sidoarjo telah di adakan Acara ASEAN Youth Assembly ( AYAH 2019 ) perkumpulan mahasiswa muslim seluruh Asia dengan Tema " CREATING THE VIRTUOUS WITH YOUTH'S WISDOM" dan di ikuti kurang lebih 50 Orang. Sabtu (27 April 2019).
Adapun rangkaian Acara diawali dengan Pembukaan, Menyanyikan lagu Indonesa Raya, Pemberian materi tentang "MENANGKAL RADIKALISME" oleh Danrem 084/BJ, Pemberian materi oleh Kapolresta Sidoarjo dengan materi Anti Hoax di Era Industri, Penutup.
Turut Hadir dalam kegiatan Bpk. HE. Jose Tavares (General Director of Asean Corporation), Bpk. Ali Musa Harahap (Dosen Univ Gontor Ponorogo), Ustadz Dr. Mohammad Latief, M.A ( Dosen Univ. Gontor Ponorogo), Pangdam V/Brw (Mayjen TNI Wisnoe P.B.) Di wakili Kolonel Inf Sudaryanto SE ( Danrem 084 / BJ ), Kombes Pol Zain Dwi Nugroho SH SIK M.Si (Kapolresta Sidoarjo), Letkol Kav Arif Cahyo Widodo Sip (Dandim 0816/ Sidoarjo), Kapten Inf Hendro S ( Danramil 17/Gedangan ), AKP Gusti ( Kapolsek Sedati ).
Kolonel Inf Sudaryanto SE ( Danrem 084/BJ ) tiba di GreenSA Inn Sunan Ampel Kec.Sedati Kab.Sidoarjo menyampaikan Materi tentang Menangkal Radikalisme yang intinya Radikalisme merupakan Perubahan secara total dan bersifat Refolusioner dan menjungkirbalikkan nilai - nilai yang ada. Bentuk Radikalisme ada 2 macam yaitu Radikalisme Statis dan Radikalisme Destruktif. Yang menjadi akar permasalahan tindakan Radikalisme yaitu : Dendam, Kebencian, ketidak adilan, kesenjangan sosial, dll.
Unsur Radikalisme ada 5 yaitu : Aspek Radikal, Aspel Lingkungan, Aspek Ideologi, Aspek media. Tindakan Radikalisme tidak akan berakhir dan terus berlanjut untuk itu kita semua harus bekerja sama untuk menangkal Radikalisme. Yang harus kita Laksanakan yaitu kita harus perkuat 4 konsensus Dasar NKRI. Pemuda sebagai Agen Perubahan yang nantinya akan. Mengiisi pembangunan Supaya dimanfaatkan betul untuk membekali diri dengan ilmu.
Dilanjutkan Pemberian materi oleh Kapolresta Sidoarjo dengan materi Anti Hoax di Era Industri 4.0 yang intinya Saat ini perkembangan teknologi semakin canggih, dimana kecepapatan informasi semakin cepat sampai kepada masyarakat, Penyakit teknologi IT telah merubah mindset kita, dimana HP yg akan kita cari pertama setelah bangun dari tidur, Perkembangan berita / media : mulut ke telinga, brosur / selebaran, email / website, instant messeger / sosmed. Pengertian Hoax : berita bohong atau berita yg tidak sesuai dgn fakta / berita yg menyesatkan
Ciri Hoax : provokatif, sumber tidak jelas / annymous, tidak sesuai fakta sehingga menjadi bahan untuk share di medsos. Hoax dibuat oleh orang jahat dan disebarkan lleh orang yang mau dibodohin.
Kapolresta juga menjelaskan tujuan Hoax Pembuat / motif yakni memiliki kepentingan politik, kepentingan ekonomi (persaingan bisnis, income individu), sentimen sosial (SARA), Penyebar / karakteristik yakni bangga mjd yg pertama menyebarkan, suka berbagi, malas membaca, gemar mencari sensasi, ikutan tren, ada penyebar yg memiki motif yg sama dgn pembuat hoax, Pembaca / kecendrungan yakni cenderung percaya terhadap info yg mudah dicerna dan mendukung keyakinannya, Dampak atau akibat Hoax yakni saling curiga, keresahan di masyarakat, konflik terbuka dan konflik sosial.
"Marilah kita bijak dalam menggunakan alat komunikasi berupa HP di medsos, sharing before sharing, ambil dan share apabila bermanfaat dan buanglah apabila tidak bermanfaat. Senior milennial lebih sering terpapar hoax melalui wa, sedangkan junior milennial melalui fb dan ig. Lawan hoax medsos dgn cara cek terlebih dahulu informasi yang beredar." Sambung Danrem 084/BJ
Upaya penanggulangan yakni Edukasi, Sosialisasi mengetahui dan memahami, Penegakan hukum dgn tujuan efek jera UU No 19 Tahun 2016 ttg ITE.
Acara pemberian cindera mata dari pihak panitia kepada Kolonel Inf Sudaryanto SE ( Danrem 084/BJ ) dan AKBP Zain Dwi Nugroho SH SIK M.Si (Kapolresta Sidoarjo) dengan Letkol Kav Arif Cahyo Widodo Sip (Dandim 0816/ Sidoarjo). (Lyn/Hendro)
Editor : Lina