Waru. Desa Waru Kecamatan Waru terletak diperbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten sidoarjo masih beruntung mempunyai lahan kosong yang cukup luas sekitar 11 ha, setiap tahun dapat ditanami padi sebanyak dua kali oleh para petani yang tergabung dalam kelompok tani "Waru Jaya".
Sosok Pak Riadi adalah salah satu petani yang mengerjakannya, beliau juga sebagai Ketua Kelompok tani "Waru jaya" Desa Waru.
Menurut keterangannya bahwa lahan persawahan di Desa Waru selama ini dikerjakan dua kali setiap tahunnya, hal tersebut disebabkan banyak faktor terutama faktor air limbah keluarga karena terletak ditengah-tengah pemukiman penduduk dan industri seperti PT.Sosro dan PT.Gudang Garam sehingga hasil setiap panen masih belum maksimal baik dilihat dari jumlah maupun kualitas gabah kering panen.
Menjelang panen, para petani juga berjuang keras menjaga padi dari serbuan hama dan hewan penganggu lainnya seperti burung emprit yang selalu datang dengan jumlah yang cukup besar.
Salah satu petani Waru Jaya bapak Sumaryo mengatakan bahwa merasa terbantu sejak para Bapak Koramil, Pak Mantri ikut hadir ditengah-tengah kita, menjelang panen seperti sekarang Pak Koramil juga menyempatkan waktu membantu menjaga dan mengusir burung emprit dari lahan sawah di desa waru. Lebih lanjut Pak Sumaryo bercerita bahwa Pak Koramil juga tidak segan-segan turun ke dalam persawahan membantu pelaksanaan panen padi walaupun terkadang tanahnya masih lembek dan berair. Saat panen musim tanam kedua, petani baru dapat merasakan jerih payahnya karena hasil panen dan harga jual gabah kering panen mencapai Rp 4.000/kg sangat jauh dengan harga panen pada musim tanam pertanam yang sering teremdam air karena banjir. Terima kasih Pak Koramil, terima kasih pak penyuluh dan terima kasih pak mantri pertanian.
Editor : Pak RW
URL : https://kodim0816-sidoarjo.com/news-414-jelang-panen-padianggota-ramil-16-bantu-petani-usir-burung