Cegah Longsor dan Banjir, Puluhan Anggota TNI dan Polri Sidoarjo tanam rumput Vertiver di Jabon

 

Sidoarjo

 

Kodim 0816/Sidoarjo bersama Polresta Sidoarjo telah melaksanakan kegiatan penanaman rumput Vetiver pencegah longsor yang di pimpin langsung oleh Dandim 0816/Sidoarjo dan Kapolresta Sidoarjo di Sepanjang tanggul sungai Porong Desa Pajarakan Kecamatan Jabon Kab. Sidoarjo, Jumat (06/3/2020).

 

Kegiatan ini melibatkan personil TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Dalam pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan apel persiapan personil terlebih Dahulu.

 

WhatsApp_Image_2020-03-06_at_10.33.06WhatsApp_Image_2020-03-06_at_10.33.06

 

Menurut Dandim 0816/Sidoarjo, “Selama pelaksanaan kegiatan penanaman rumput Vetiver untuk penghijaun sebagai upaya antisipasi bahaya longsor berlangsung lancar, aman dan tertib. Sinergitas TNI dengan warga nampak terlihat jelas dengan antusiasnya bersama bergotong royong dalam kegiatan tersebut,” ujarnya. Letkol Inf M. Iswan Nusi kepada awak media.

 

“Kami sangat mengapresiasi anggotanya yang telah melaksanakan kegiatan penanaman rumput Vetiver, yang hal tersebut bertujuan untuk antisipasi dan menghindari wilayah akan ancaman bahaya longsor atau banjir.” Tuturnya.

 

WhatsApp_Image_2020-03-06_at_11.16.36WhatsApp_Image_2020-03-06_at_11.16.36

 

Untuk hal tersebut jangan tunggu waktu bencana datang, akan tetapi harus kita lakukan dimulai dari sekarang. Terutama pencegahan dengan meningkatkan rasa kepedulian terhadap ingkungan itu akan lebih baik. Mari bersama-sama untuk bantu hijaukan kembali demi keselamatan kita bersama,” pungkasnya.

 

 

Rumput vetiver merupakan sejenis rumput-rumputan berukuran besar dan memiliki banyak keistimewaan. Tanaman ini di Indonesia dikenal dengan nama akar wangi (Vetiveria zizanioides) atau usar (Vetiver nigritana), dapat tumbuh diberbagai bentuk kondisi tanah; areal perbukitan, dataran rendah, daerah rawa dan bahkan pada areal bekas tambang. Selanjutnya tanaman ini tumbuh tegak dengan tinggi mencapai 1,5 hingga 2,5 meter serta dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan rendah maupun daerah yang curah hujan cukup tinggi.

 

WhatsApp_Image_2020-03-06_at_10.34.12_(1)WhatsApp_Image_2020-03-06_at_10.34.12_(1)

 

“Jika tidak ditanggulangi, saat terjadi longsor, sedimen tanah dapat menimbun areal pertanian seperti sawah dan ladang yang masih dikelola masyarakat,” katanya.

 

Menurut Letkol Inf Iswan mengapa harus rumput Vertiver yang ditanam?

 

Beliau menjelaskan, “Rumput vertiver bernilai ekonomis, bibitnya dapat dijual, rumputnya dapat dijadikan pakan ternak dan akarnya dapat diolah menjadi kerajinan tangan. Selain itu rumput ini dapat merehabilitasi lokasi-lokasi yang kurang subur serta dapat menjaga kelestarian lingkungan.”

 

 

WhatsApp_Image_2020-03-06_at_10.34.10WhatsApp_Image_2020-03-06_at_10.34.10

“Akar rumput vetiver berbentuk serabut dan jauh masuk kedalam tanah setelah tumbuh, akarnya dapat mencapai hingga kedalaman 5.2 meter. Jika ditanam di lereng-lereng keras dan berbatu, ujung-ujung akar vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat.’ Ujarnya.

 

Beliau juga menambahkan, “Akar-akar ini mampu menahan partikel-partikel tanah sehingga dapat mencegah erosi. Batangnya kaku dan keras, tahan terhadap aliran air. Jika ditanam rapat atau berdekatan, akan membentuk pagar dan mampu mengurangi kecepatan aliran air dan menahan matrial sediment. Rumput vertiver tanaman yang ampuh mencegah erosi dan dapat diolah untuk untuk kerajinan tangan seperti tas laptop, pembatas ruangan, taplak meja dan lain sebagainya.” Tegasnya.

 

Rumput vetiver telah banyak dibudidayakan di Indonesia dan bahkan telah diolah menjadi minyak akar wangi untuk kebutuhan ekspor. Disisi lain tanaman ini belum terpublikasi secara luas mengenai manfaatnya dalam mitigasi erosi dan tanah longsor, perlindungan lingkungan dan konservasi tanah dan air. (Lyn)

 

 

 

Berita Terbaru