Anggota Koramil 16 Waru Mengikuti Kegiatan Wasbang Di Makorem 084/BJ

Eskalasi perkembangan jaman yang demikian cepat disegala aspek kehidupan manusia di seluruh penjuru dunia pada umumnya disertai pesatnya perkembangan tekhnologi dengan berbagai bentuk serta mudah didapat dan dipahami mau tidak mau berpengaruh dan berdampak pada aspek kehidupan masyarakat di Indonesia pada khusunya, mulai aspek sosial budaya, aspek ekonomi, aspek pendidikan dan aspek jati diri sebagai bangsa Indonesia yang mulai luntur.

Lunturnya jati diri pada sebagian generasi muda tentang sikap rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan akibat dari bergulirnya era globalisasi yang merasuk kedalam sendi sendi kehidupan masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara ditambah lagi dengan pesatnya perkembangan imu pegetahuan di belahan lain bumi ini, berdampak langsung atau tidak pada negara Indonesia yang harus mengikuti agar tidak tertinggal oleh bangsa bangsa lain, pengaruh pengaruh baik dan buruk yang masuk melalui budaya, pendidikan, Medsos, ekonomi dan lain sebagainya yang tanpa disadari serta kurangnya Wawasan kebangsaan, maka tinggal tunggu waktu saja akan hancurnya negara Indonesia ini, ibarat bola salju kecil dan menggelinding, membesar dan nama negara Indobesia hanya tinggal nama saja.

Untuk mencegah semua itu dan menumbuhkan serta nenanamkan rasa cinta tanah air, bangga sebagai bangsa Indonesia, Korem 084/BJ menyelenggarakan kegiatan Wasbang dengan thema " Dengan Wawasan Kebangsaan Kita Tumbuhkan Jati Diri Bangsa Dalam Menghadapi Era Globalisasi" bertempat di Aula Makorem 084/BJ dihadir perwakilan elemen bangsa seperti Tomas, Toga, Toda, FPPPI, Bakesabang se jajaran Korem 084/BJ, kepolisian serta perwakilan anggota Kodim se jajaran Korem 084/BJ dengan nara sumber Prof. Dony Santoso dari Staf Ahli Panglima TNI Mabes TNI. Dalam materinya Prof. Dony Santoso menyampaikan 'Bahwasanya negara dan bangsa ini tengah berperang, namun tidak sakit tetapi menghancurkan' katanya," kita sedang menghadapi perang modern bahasa kerennya Proxy War, perang ini melumpuhkan sendi sendi kehidupan masyarakat Indonesia dari bayi dalam kandungan sampai orang tua, senjata yang digunakan pun tidak sama seperti pada PD-1 dan PD-2 mereka (USA dan bangsa barat lainnya) menggunakan yg kita sebut F 5 yaitu Food ( makanan), Fish (ikan), Florest (hutan), Fun (kesenangan) dan Fero (besi).

Sejatinya bangsa Indonesia telah mengalami perang serupa yaitu perang modern, tanpa kita sadari kita telah disusupi oleh musuh mulai dari makanan, minuman, media sosial dan lain lain yang akan menggerogoti sendi sendi bangsa. Untuk menangkal semua itu tidak lain tidak bukan adalah kita tanamkan lagi rasa cinta air dengan wawasan kebangsaan, pelajari sejarah, pendiri pendiri bangsa" tambahnya.

Kegiatan Wasbang di mulai pukul 09.00/s/d pukul 11.30 dan di buka oleh Kasrem 084/BJ mewakili Danrem 084/BJ yang sedang melaksanakan ibadah Haji dimana dalam sambutan tertulisnya Danrem 084/BJ mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran para peserta Wasbang dan diharapkan dengan diselenggarakan kegiatan wasbang ini akan menambah rasa cinta tanah air dan bangga sebagai bangsa Indonesia.

Berita Terbaru