Babinsa Lebo kawal acara takbir keliling santri Pondok Pesantren Bumi Sholawat

Sidoarjo, Takbir atau takbiran menjadi bagian yang tidak  terlepas dari dua hari raya islam, Idul Fitri dan Idul Adha. Keberadaannya menyemarakkan hari-hari raya tersebut, sekaligus menjadi syiar agama. Kegiatan inilah yang dilakukan oleh para satri dan satriwati pondok pesatren Bumi Sholawat. Minggu malam, (11/09/2016). 

Kegiatan berlangsung sangat meriah dan berbalut nuansa islami. Pasalnya, acara yang  digelar setiap menjelang hari raya islam ini takbiran bukan hanya diikuti oleh satri ponpes Bumi Sholawat saja tetapi juga diikuti oleh seluruh santri TPQ yang ada di desa Lebo.

Kegiatan yang dimulai setelah sholat isya’ ini mendapat sambutan yang sangat positif dari seluruh warga desa Lebo, sepanjang jalan desa Lebo di penuhi warga yang ingin melihat pawai obor yang hanya bisa dilihat setiap menjelang dua hari raya islam ini. Disela-sela kumandang suara takbir yang tiada henti tampak sesosok lelaki berbadan tegap, berbaju loreng dengan topi hitam yang bertuliskan angka 0816, sibuk mengatur lalu lalang kendaraan untuk memberikan jalan kepada peserta takbiran, tidak lain dia adalah babinsa Lebo. 

Babinsa Lebo Serka askur mengatakan takbir keliling merupakan tradisi kebudayaan masyarakat Indonesia saat menyambut dua hari raya Idul Fitri dan Idul Adha yang perlu kita pertahankan dan lestarikan sebagai wahana untuk mempererat ukuwah islamiyah sesama umat muslim, menurut Askur, sudah sepatutnya sebagai aparat kewilayahan untuk mengawal dan mengamankan acara ini agar terlaksana dengan lancar dan aman. Ini merupakan tanggung jawab spiritual babinsa untuk membina dan mendorong para generasi muda di wilayah binaannya untuk turut melestarikan budaya-budaya luhur bangsa agar tidak terkikis/tersisih oleh budaya asing.

Berita Terbaru