Proxy War menjadi Ancaman bagi Bangsa Indonesia

Sidoarjo. Bertempat di Aula Kodim 0816/Sidoarjo telah dilaksanakan komunikasi sosial (komsos) dalam silaturrahmi TNI, Aparat Pemerintahan, Ormas, Komponen Masyarakat dan Keluarga Besar TNI. Dalam silahturrahmi tersebut juga membahas tentang bahaya Proxy War yang berkembang di wilayah NKRI saat ini, Kamis (22/09).

Pada kesempatan tersebut Letkol Inf Andre Julian, S.I.P selaku Komandan Sub Garnisun Sidorjo memberikan paparan tentang bahaya Proxy War yang ada saat ini, dimana perang tersebut terjadi ketika lawan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti, sehingga sulit untuk membedakan lawan dan kawan.

Tidak hanya itu, perang jenis ini lebih bersifat menyerang sendi-sendi bernegara dan bermasyarakat sehingga dapat dengan mudah untuk memprovokasi dan menguasainya serta dapat mengancam keamanan dan kedaulatan bangsa.

Letkol Inf Andre mengatakan" Proxy War telah berlangsung di Indonesia dalam bermacam bentuk, seperti Gerakan separatis, Demonstrasi massa, Adu domba TNI-Polri, Peredaran narkoba, Pemberitaan media yang provokatif, Pergaulan bebas, Tawuran pelajar, dan Bentrok antar kelompok".

"Ancaman proxy war, dalam konteks kepentingan nasional bangsa Indonesia, harus terus diwaspadai dan disikapi secara sungguh-sungguh. Dalam kaitan itu, Kita semua agar senantiasa membentengi diri, keluarga dan seluruh warga Indonesia dari pengaruh dan ancaman bahaya proxy war dengan Perkuat iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Pedomani Pancasila, Patuhi UU yang berlaku, menambah wawasan kebangsaan serta tanamkan jiwa nasionalisme demi tetap tegaknya kedaulatan NKRI," tutur Letkol Inf Andre. (dik)

Berita Terbaru