Sidoarjo. Perjuangan bangsa Indonesia dalam kemerdekaannya, memberikan bukti yang nyata bahwa dengan semangat persatuan dan kesatuan, rasa cinta tanah air dan kesadaran bela negara sebagai satu bangsalah yang memungkinkan kita mampu meraih dan menegakkan kemerdekaan NKRI hingga saat ini.
Untuk itu, seluruh warga negara harus mempunyai semangat pembelaan/belanegara yang tangguh terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka semangat bela negara harus ditanamkan kepada seluruh warga negara secara dini dan terpadu disemua strata kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal ini akan lebih optimal apabila ditanamkan secara dini dalam menanamkan dan menumbuhkan jiwa patriotisme kepada generasi muda penerus bangsa, baik secara formal (di lingkungan pendidikan) maupun secara non formal (di lingkungan keluarga). Karena fenomena yang terjadi saat ini generasi muda tampak seperti kehilangan kepribadian sebagai anak bangsa, perubahan pola pikir dari budaya orang timur bergeser budaya orang barat meskipun tidak sesuai norma-norma yang berlaku.
Bakesbangpol Sidoarjo bekerjasama dengan Kodim 0816/Sidoarjo bertempat di Wr. Redjo Cemengkalang Sidoarjo menyelenggarakan program "Bimbingan Teknik Peningkatan Wawasan Kebangsaan" bagi guru bidang pelajaran PPKN se Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya dalam meningkatkan peran guru untuk membangun atau mencetak generasi muda yang berkarakter dan berkepribadian bangsa Indonesia serta memiliki jiwa patriotisme yang tinggi kepada NKRI, Senin (26/09).
Pada kesempatan tersebut, Letkol Inf Andre Julian, S.I.P, selaku Komandan Kodim 0816/Sidoarjo mendapat kehormatan sebagai narasumber dengan membawakan tema "Kesadaran bagi guru PPKN dalam meningkatkan wawasan kebangsaan, semangat nasionalisme dan bela negara bagi siswa didiknya".
Dalam paparannya Letkol Inf Andre menyebutkan beberapa hal yang dapat mengancam keamanan dan kedaulatan NKRI antara lain ; bahaya terorisme, kriminalitas, paham penyesatan, sosila budaya, informatika, lingkungan hidup, pornografi dan yang paling mengancam adalah bahaya narkoba karena narkoba merupakan zat adiktif yang dapat merusak saraf otak sehingga manusia tersebut tidak bisa berfikir secara akal sehat, narkoba merupakan pembunuh karakter bangsa.
Letkol Inf Andre juga mengatakan bahwa saat ini bangsa Indonesia juga mendapat ancaman bahaya Proxy War, perang dimana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain sebagai pelaku untuk berperang melalui berbagai aspek (Ipoleksobud) dan aspek lainnya. Indikasi adanya proxy war di Indonesia diantaranya: adanya Gerakan separatis, Demonstrasi massa, Sistem regulasi yang merugikan, Peredaran narkoba, Pemberitaan media yang provokatif, pornografi, Tawuran pelajar, Bentrok antar kelompok serta perkelahian antar Polisi dan TNI dan masih banyak lagi lainnya.
"Peran dunia pendidikan untuk membekali semangat bela negara cukup penting. Pengajar atau guru secara formal harus mendidik anak didiknya dan berperan langsung serta terukur dalam pembekalan materi PPKN (Pendidikan Kewarganegaraan baik di sekolah dasar, sekolah lanjutan maupun di perguruan tinggi). Mereka harus betul-betul mampu dan menguasai materi yang diberikan kepada anak didiknya dalam menanamkan wawasan kebangsaan yang berisikan ketangguhan dalam upaya mengembalikan jati diri bangsa Indonesia yang berdasarkan Azas Pancasila dan Undang-undang Dasar. Peran seluruh Aparat Pemerintah, Orang tua, Guru dan Pemuda yang pantang menyerah dengan menyamakan visi dan misi dalam membangun Indonesia Emas dan tetap tegaknya NKRI", tutur Letkol Inf Andre. (dik)
Editor : Pak RW