Tarik-Sidoarjo. Kamis, 18 Maret 2021. Musyawarah di balai desa Kendalsewu kecamatan Tarik kabupaten Sidoarjo, dalam rangka penyaluran dana bantuan langsung tunai (BLT)dari dana desa, dan rencana ruwahtan desa atau bersih desa, Melalui pemerintah desa penyaluran bantuan langsung tunai ( BLT) dilaksanakan, sudah 1 tahun kurang lebih wabah pandemi virus corona tentunya masyarakat sangat berharap bisa mendapatkan BLT, apalagi kerja tidak bisa maksimal, sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai karyawan pabrik dan juga petani, di hadapkan dengan kondisi saat ini dengan adanya BLT setidaknya bisa meringankan beban hidup mereka.
Kebersamaan 3 pilar desa yaitu kepala desa, Babinsa dan Babinkamtibmas terus bersinergi, melaksanakan Musyawarah desa guna penyaluran dana BLT agar tepat sasaran dan kegiatan ini juga membicarakan Ruwatan desa atau bersih desa.
Kegiatan ini di Hadiri ± 28 orang diantaranya Kepala Desa Kendalsewu Ibu Umi Hayati, Babinsa Serka Saiful Anam, Babinkamtibmas Brigka Ragil Haryadi, Ketua BPD, Pendamping desa, Perangkat desa dan RT/ RW Desa Kendalsewu.
Dalam Kegiatan ini Kepala Desa Kendalsewu Ibu Umi Hayati dalam sambutannya yang pada intinya mengatakan, acara ini di laksanakan guna untuk menyerahkan Blt (Bantuan Langsung Tunai) tahap 1 bulan Maret tahun 2021 Sebesar 600 ribu yang di ambil dari dana desa, untuk terimanya setiap tiga bulan sekali, Umi berharap dana ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan ini semua sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat melalui pemerintahan desa untuk menyalurkan BLT kepada warga yang kurang mampu, terdampak Covid-19 atau virus Corona di wilayah kecamatan Tarik khususnya di desa Kendalsewu, dengan harapan pemberian blt ini jangan di lihat besar kecilnya dana yang di berikan pemerintah, tapi sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada warga masyarakat, Pungkasnya.
Disela-sela acara Babinsa desa Kendalsewu Serka Saiful Anam yang turut hadir, memberikan suatu apresiasi terselenggaranya acara, karena dengan adanya acara seperti ini dapat membuka data- data fiktif ya mungkin warga masyarakat yang kurang mampu belum terdaftar bisa di masukkan, dan juga sebaliknya warga yang sudah mampu langsung di coret, dengan demikian di harapkan dana bantuan langsung tunai (BLT) bisa tepat sasaran. Tandasnya.
Editor : Lina