Sidoarjo, 9 April 2025 – Wujud nyata dukungan TNI terhadap ketahanan pangan kembali terlihat di Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Pada Rabu (9/4), Babinsa Koramil 0816/03 Buduran, Serda Aris Ariono, melaksanakan pendampingan panen padi bersama para petani dari Kelompok Tani (Poktan) Kenongo Sari.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini berlangsung dengan semangat gotong royong dan kekompakan antar petani. Turut hadir dalam kegiatan tersebut PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dari Kecamatan Buduran yang turut mendukung kelancaran panen.
Lahan seluas 3 hektare yang menjadi lokasi panen hari itu berhasil menghasilkan 16,5 ton gabah. Proses panen dilakukan menggunakan mesin panen modern (combie harvester), sehingga mempercepat waktu kerja dan meminimalkan kehilangan hasil.
Gabah hasil panen tersebut dijual kepada tengkulak lokal, Bapak Slimin, dengan harga Rp6.500 per kilogram—harga yang cukup menggembirakan bagi para petani di tengah fluktuasi harga pasar saat ini.
Serda Aris Ariono dalam keterangannya menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa, khususnya dalam mendukung program swasembada pangan di wilayah. "Kami selalu hadir mendampingi para petani, tidak hanya saat tanam tetapi juga ketika panen. Tujuannya jelas, kami ingin memastikan proses pertanian berjalan lancar dan hasilnya maksimal, sehingga kesejahteraan petani terus meningkat,” ujar Serda Aris dengan penuh semangat.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara TNI, petani, dan instansi pertanian sangat penting untuk menciptakan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.
Sementara itu, salah satu perwakilan dari Poktan Kenongo Sari mengaku senang dan terbantu dengan kehadiran Babinsa dan PPL yang tak hanya memberikan semangat, tetapi juga membantu mengatasi berbagai kendala teknis di lapangan.
Kegiatan ini pun berlangsung lancar, tertib, dan penuh keakraban antara aparat dan warga. Momen panen ini tidak hanya menghasilkan beras, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi dan semangat membangun desa melalui sektor pertanian.
Editor : Lina