Danramil 0816/01 Sidoarjo Hadiri Pembukaan Sekolah Lapang Gempa Bumi Provinsi Jawa Timur Tahun 2025

 

 

Sidoarjo, Sabtu (11 Oktober 2025) – Bertempat di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Jl. Cokronegoro, Gajah Timur, Magersari, Kabupaten Sidoarjo, telah berlangsung kegiatan Pembukaan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BMKG Provinsi Jawa Timur sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BMKG, dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Ketua BMKG Kabupaten Malang. Dalam laporannya disampaikan bahwa tujuan utama pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi adalah untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat agar mampu melindungi diri, jiwa, serta harta benda saat terjadi bencana.

Selanjutnya, Koordinator Stasiun MKG Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya menjelaskan bahwa Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu wilayah yang berada di atas sesar Waru, dan berdasarkan data, wilayah ini pernah mengalami beberapa kali aktivitas seismik. “Melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami cara menghadapi potensi gempa dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan, sehingga risiko korban jiwa dapat diminimalisir,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Asisten I Pemkab Sidoarjo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Sekolah Lapang Gempa Bumi menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, dan latihan praktis tentang cara bersikap, bertindak, serta mengambil keputusan yang tepat saat terjadi gempa bumi.

Acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan oleh Anggota Komisi V DPR RI. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa Komisi V DPR RI memiliki peran strategis dalam bidang pembangunan dan kebencanaan karena bermitra dengan berbagai instansi seperti Kementerian PUPR, BMKG, Basarnas, serta Kementerian Transmigrasi. “Kami di Komisi V senantiasa berupaya mengakomodasi aspirasi masyarakat di daerah pemilihan, termasuk kebutuhan akan edukasi kebencanaan seperti kegiatan ini,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami sebagai tanda dimulainya secara resmi kegiatan pembelajaran dan pelatihan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kapten Cke Kamsuri, Danramil 0816/01 Sidoarjo, yang turut hadir dalam acara menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat bagi masyarakat. “Kesiapsiagaan terhadap bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga seluruh elemen masyarakat. Dengan adanya Sekolah Lapang Gempa Bumi ini, masyarakat akan lebih memahami langkah-langkah penyelamatan diri serta mampu bersikap tenang dan sigap saat terjadi bencana,” ujarnya.

Seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, dengan semangat kebersamaan dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Sidoarjo dan sekitarnya.

Berita Terbaru