Babinsa Plaosan Hadiri Rembuk Stunting, Perkuat Komitmen Cegah Stunting Sejak Dini

Sidoarjo – Dalam rangka mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting melalui perencanaan pembangunan desa yang partisipatif, Babinsa Desa Plaosan Koramil 0816/13 Wonoayu, Serka Henki Hendra Purnama, menghadiri kegiatan Rembuk Stunting Pra Musrenbang Desa Tahun 2026 yang diselenggarakan di Balai Desa Plaosan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin (6/7/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyusun usulan program prioritas dalam penanganan dan pencegahan stunting secara terpadu. Melalui rembuk stunting, seluruh pemangku kepentingan berkesempatan menyampaikan aspirasi, masukan, serta langkah-langkah konkret guna meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Acara dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendamping desa, lembaga desa, kader kesehatan, hingga organisasi kemasyarakatan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Camat Wonoayu Drs. Anwar, Kepala Desa Plaosan Mulyadi, Babinsa Plaosan Serka Henki Hendra Purnama, Pendamping Desa Kecamatan Wonoayu Iras Sudarta, S.T. dan Rina Hariyati, S.H., Pendamping Lokal Desa Bunyani, Bidan Desa Ida Ayu M., A.Md.Keb., Perawat Desa Nova Tri Kulia SY, A.Md.Kep., Ketua BPD Tugino, S.Sos., kader Desa Plaosan, serta ibu-ibu PKK Desa Plaosan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari Camat Wonoayu, Kepala Desa Plaosan, Ketua BPD, Pendamping Desa Kecamatan Wonoayu, penyampaian berbagai usulan dari unsur Posyandu terkait kebutuhan program penanganan stunting, kemudian ditutup dengan doa dan penutupan.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Wonoayu menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting melalui perencanaan yang tepat sasaran. Sementara itu, Kepala Desa Plaosan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam mendukung berbagai program kesehatan yang telah dirancang pemerintah desa.

Di sela kegiatan, Babinsa Desa Plaosan Serka Henki Hendra Purnama menyampaikan bahwa TNI, khususnya Babinsa, akan terus mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan juga menyangkut masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, kader Posyandu, PKK, serta seluruh lapisan masyarakat.

"Rembuk Stunting ini merupakan langkah yang sangat penting untuk menyamakan persepsi dan menentukan program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Sebagai Babinsa, kami siap mendukung dan mengawal setiap program pemerintah desa, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan ibu dan anak. Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini melalui edukasi, pemenuhan gizi, pola hidup sehat, serta kepedulian seluruh elemen masyarakat agar dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," ujar Serka Henki Hendra Purnama.

Lebih lanjut, ia berharap hasil rembuk stunting dapat menjadi dasar penyusunan program pembangunan desa yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi seluruh pihak, diharapkan berbagai faktor penyebab stunting dapat diminimalkan sehingga kualitas hidup masyarakat Desa Plaosan terus meningkat.

Kegiatan Rembuk Stunting Pra Musrenbang Desa Tahun 2026 berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta mengikuti jalannya acara dengan antusias serta berkomitmen mendukung program percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

Berita Terbaru